Rapat Umum Anggauta(RUA) Indonesian National Shipownwers Association (INSA) yang akan dilaksanakan pada tanggal 9–10 Desember nanti di Jakarta diperkirakan akan berlangsung seru dan semarak.
Pastinya, RUA INSA sudah ditunggu oleh para anggotanya, karena dalam acara tersebut bakal dipilih Ketua Umum untuk periode 2019-2023.
Namun siapa yang bakal diamanati, pasti tokoh pelayaran yang ‘mumpuni’, karena kedepan tugas INSA sangatlah berat ditengah perekonomian yang terus melesu.
Kalau menurut Sunarto, owner pelayaran Gurita Lintas Samudera, pimpinan INSA akan banyak dihadapkan pada persoalan-persoalan yang cukup pelik. “Ini perlu terobosan dan gagasan serta konsep yang brilian,” ungkap sesepuh pelayaran ini kepada Ocean Week, baru-baru ini.
Kata Sunarto, menghadapi permasalahan kedepan, perusahan pelayaran niaga nasional harus benar-benar ekstra hati-hati, cermat dan profesional, karena situasi ekonomi nasionsl dan dunia belum sepenuhnya pulih.
“Oleh sebab itu, untuk me-Nahkodai organisasi ini diperlukan orang yang mumpuni, artinya hubungan dengan goverment bagus, terobosan ke institusi terkait juga bisa, mampu merangkul pelayaran, dan bisa mengerti anggotanya,” katanya lagi.
Bukan itu saja, Sunarto juga menekankan pentingnya loyalitas dan adanya waktu untuk organisasi, tidak mendahulukan kepentingan pribadinya.
Sementara itu Anto Perwata, fungsionaris DPP INSA saat dihubungi menyatakan sepakat dengan ungkapan yang disampaikan Sunarto.
Menurut Anto, untuk saat sekarang tidak gampang merealisir program-prigram INSA, kondisi dan situasi sangat berbeda. “Pada periode ini, saya akui sudah banyak yang dihasilkan oleh Pengurus selama ini dan itu perlu diteruskan dan ditingkatkan lagi,” ungkapnya menjawab Ocean Week.
Nah, kalaupun nanti ada yang mencalonkan untuk menjadi Ketum DPP INSA diharapkan memiliki kapasitas yang lebih baik dari yang ada, bukan sebaliknya.
“Jangan sampai organisasi besar yang sudah berjalan puluhan tahun menjadi rusak, karena kita salah pilih”, kata Sunarto menambahkan.
Anto Prawata yang pada RUA INSA periode sebelumnya pernah mencalonkan dan mengundurkan diri mengaku jika dirinya belum sempat memikirkan untuk itu maju di bursa Ketua Umum.
“Waktu untuk ngurus perusahaan sendiri saja masih kurang. Makanya belum kepikir nyalon,” katanya diiringi tawa ringan.
Meski kondisi pelayaran nasional sedang berat, namun Sunarto maupun Anto Prawata tetap optimis bahwa keadaan ekonomi akan cepat pulih, bila Menteri-menteri dalam kabinet sekarang memahami persoalan-persoalan yang dihadapi oleh perusahaan swasta khususnya angkutan laut.
“Untuk menteri-menteri yang baru pahamilah persoalan seperta azas cabotage, coast guard, dan sebagainya agar kebijaksanaannya sinkron denan stake holder lainnya,” ujar keduanya.
Menjawab pertanyaan siapa figur yang tepat ketua umum INSA kedepan, Sunarto sekali lagi menegaskan, figur yang tepat tidak sekedar punya perusahaan pelayaran besar, tapi masih perlu pertimbangan-pertimbangan lainnya yang harus ketua umum miliki. “Bagaimana dia mampu untuk bernegosiasi dengan Pemerintah serta stake-holder lainnya, agar kepentingan perusahaan-perusahaan pelayaran tidak dirugikan,” jelasnya.
Diperlukan strategi khusus untuk bisa diterima atan menolak kebijaksanaan yang dikeluarkan Pemerintah. Dan tidak mungkin dengan cara “head to head” karena sistem dan kultur sudah berubah. ( iwa/**)






























