Indonesia Ship Agencies Association (ISAA) menyatakan tidak interfensi mengenai regulasi di sektor pelayaran yang selama ini sudah dijalankan oleh INSA. Justru ISAA akan mendampingi dan beriringan dengan asosiasi pelayaran Indonesia tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Hukum ISAA, Alfa Gunawan kepada Ocean Week, di Kantor PT Samudera Indonesia Cabang Tanjung Priok, Jumat (18/1), sebelum rapat ISAA untuk rencana Rakernas pada tanggal 25 Januari 2019 nanti.
“Kami tidak sampai pada masalah regulasi atau kebijakan yang selama ini menjadi urusan INSA. Malah kami akan menjadi pendamping dan bersama-sama INSA,” ungkapnya.
Sementara itu, Dadang Suhendra, Ketua ISAA DKI Jakarta menyatakan bahwa saat ini pihaknya akan lebih fokus pada konsolidasi organisasi. “Kami akan fokus untuk konsolidasi pengurus dan anggota. Belum ada rencana lebih jauh,” katanya, di Tanjung Priok.
Dadang juga menyatakan akan menertibkan anggota ISAA yang dinilainya menyimpang dari aturan yang berlaku. Misalnya, perusahaan keagenan tidak diperkenankan untuk melakukan layanan (mengageni) kepada kapal-kapal domestik.
“Begitu juga dengan perusahaan keagenan yang hanya memiliki SIUPKK jangan disalahgunakan untuk kepentingan pelayaran asing,” ungkapnya.
Dadang Suhendra, adalah Kepala Cabang PT Samudera Agencies Indonesia, anak usaha PT Samudera Indonesia yang telah dipercaya oleh sekitar 50-an perusahaan agen pelayaran di Jakarta menjadi Ketua DPW Indonesia Ship Agencies Association (ISAA) DKI Jakarta.
Ketua Umum ISAA Juswandi Kristanto juga membenarkan akan digelarnya Rakernas ISAA pada tanggal 25 Januari 2019, bertempat di Hotel Haris, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (***)





























