Investor asal Singapura tertarik berinvestasi di pelabuhan Tanjung Batu, Kabupaten Belitung. “Kemarin mereka sudah survey langsung dan mereka membutuhkan pelabuhan untuk kapal Pesiar. Kami intinya siap saja untuk itu, dan memang nanti yang dibawa adalah wisatawan. Nanti akan ada komunikasi lebih lanjut, secara mendetail,” kata Direktur Utama PT Tanjung Batu Port Iskandar Rosul, di Belitung, Jumat (28/9).
Menurut Iskandar, tahun 2019 mendatang pelabuhan Tanjung Batu akan memperoleh kucuran anggaran dari Kementerian perhubungan untuk perbaikan. “Tapi nilainya kami belum mengetahui secara detail, karena ranah KSOP,” ucapnya.
Konon, besar nilai untuk perbaikan pelabuhan tersebut, hasil dari Penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan oleh konsultan Pemerintah Pusat, secara keseluruhan sebesar Rp 54 miliar, yang akan dikucurkan secara bertahap.
Sembari menunggu perbaikan, pelabuhan Tanjung Batu tetap melayani aktivitas bongkar muat.
Perbaikan itu diberikan untuk bagian sisi laut (Dermaga, Trestle & Causeway). Belum bisa dipastikan secara detail kapan kucuran anggaran perbaikan Tanjung Batu itu bisa direalisasikan oleh pihak Kementerian.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pada tahun 2019 akan dikucurkan bantuan sebesar Rp 11,8 miliar. Ditahap pertama dan kedua pengerjaan perbaikan Pelabuhan tersebut, difokuskan di bagian Trestle & Causeway, serta penebalan jalan sejauh 400 meter.
Nantinya, berbagai kapal berukuran besar direncanakan akan bisa bersandar di Pelabuhan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Tidak terkecuali Kapal Pesiar yang bermuatan 2000 orang penumpang, berencana bakal berlabuh di pelabuhan Tanjung Batu. (***)






























