Dirut Terminal Teluk Lamong (TTL) David P. Sirait bersama owner representatif Interasia Line Indonesia, Ethan Yang dan direktur PT Tresnamuda Sejati Hendrik Lengkong, menyambut kedatangan kapal perdana Interasia Progress (milik perusahaan pelayaran Interasia Line asal Taiwan & Jepang) yang sandar di dermaga internasional Teluk Lamong, Kamis (23/5).
Penyambutan kapal dilakukan secara sederhana, tak lebih dari sekedar pemberian kenang-kenangan dari manajemen TTL yang langsung diserahkan oleh David Sirait kepada Nakhoda kapal.
“Ini merupakan tambahan pasar baru bagi TTL untuk service baru Surabaya – India,” ujar David P. Sirait kepada Ocean Week, di sela acara penyambutan kapal tersebut.
Menurut David, kapal Interasia ini memiliki rute Port Klang Malaysia – Jakarta (JICT) – Surabaya (Teluk Lamong) – Singapura – Port Klang – Mundra Navasefa India.
Sebelum ke TTL, kapal singgah di JICT pada Selasa (21/5) untuk membongkar muat 1500 – 2000 TEUs.
Sedangkan di TTL, kapal Interasia melakukan bongkar 555 box dan muat 360 box. “Dari sini (TTL) akan melanjutkan perjalanan menuju Singapura,” ungkap David.

Sore itu (Kamis, 23/5) udara di dermaga TTL cukup bagus, terik matahari tak begitu menyengat. Sehingga acara penyambutan kapal berjalan dengan khidmat.
Saat itu terlihat pula kapal Cosco Shipping (Xin Bei Lun) yang juga sedang melakukan bongkar muat kontainer.
Sementara di dermaga domestik, ada kapal SPIL yang juga sedang melakukan kegiatan bongkar muat.
“Tahun ini kegiatan di TTL, baik domestik maupun internasional naik cukup signifikan,” kata David.
David menyampaikan, selain Interasia Line, TTL juga melayani kapal WAN Hari, dan KMTC sebagai tambahan pasar nya.
David menambahkan bahwa tahun 2024 ini, TTL mentargetkan arus barang bisa tercapai 879,978 TEUs.
“Hingga April 2024 sudah tercatat 273.002 TEUs, naik dibandingkan tahun 2023 periode sama yang mencapai 266.860 TEUs. Padahal sesuai RKAP 2024 pada periode Januari-April hanya 268.995 TEUs. Jadi capaian tahun ini (Januari-April) sudah melebihi target,” jelasnya didampingi Reka Y. Mardiputra, Commercial Manager TTL.
David berharap kedepan TTL bisa tumbuh dan menjadi terminal besar untuk wilayah Indonesia Tengah.
Di tempat sama, Hendrik Lengkong (direktur pelayaran Tresnamuda Sejati) mengakui kalau pihaknya sudah mengenal TTL cukup lama. Makanya dirinya merasa senang bisa bermitra dengan terminal ini.
“Ada beberapa kapal yang kami ageni masuk ke Teluk Lamong. Ada Wan Hai, dan kini Interasia. Kapal-kapal ini rutin masuk Teluk Lamong dengan rute sampai India,” katanya.
Seperti diketahui bahwa Kapal Interasia ini sebelum masuk TTL, lebih dulu menyinggahi JICT, Selasa pagi (21/5/2024).
Kapal tersebut menjadi kapal perdana dari perusahaan pelayaran Interasia Line yang masuk JICT dan membongkar muat sekitar 1500-2000 TEUs.
“Kapal ini akan rutin masuk ke JICT setiap hari Selasa setiap Minggu,” ujar Rommy Fardinansyah, senior manager marketing PT JICT kepada Ocean Week.
Menurut Rommy, Interasia Line merupakan tambahan pasar baru yang masuk JICT. “Kami berterima kasih karena Interasia Line mempercayai terminal ini (JICT) sebagai kegiatan kapal-kapal nya. Mereka itu partner kami yang sudah cukup lama terjalin kerjasama,” ungkap Rommy.
Dengan adanya tambahan pangsa pasar baru, tegasnya, JICT akan benar-benar memberikan layanan terbaik sesuai dengan keinginan pengguna jasanya.
Sementara itu, Ethan Yang, Owner Representatif Interasia Line mengaku bahwa service yang diberikan Terminal Teluk Lamong juga bagus, sama seperti service JICT.
“Kami tidak ada masalah soal service di terminal ini,” ungkapnya. (***)





























