DPC INSA Jaya menggelar rapat kerja (Raker) tahun 2018, bertempat di hotel Bahtera Pelni, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat-Sabtu (14-15/) Desember 2018.
Hadir pada Raker antay lain, kepala Syahbandar pelabuhan Tanjung Priok Amiruddin, perwakilan DPP INSA Suyono, kepala bidang Lala kantor OP Priok Dedi, Ketua APBMI Jakarta Juswandi Kristanto, ketua dewan pelabuhan Sungkono Ali, Dirut PT IKT Chiefy Adi K, direktur JAI capt. Pardi, serta para anggota INSA Jaya.
Raker INSA Jakarta dibuka resmi oleh Capt. Suyono dari DPP INSA mewakili ketua umum Carmelita Hartoto.

Pada kesempatan membacakan sambutan Ketum INSA, Suyono menyatakan bahwa Raker ini diharapkan bisa menjadikan koordinasi antara DPC INSA Jaya dan DPP INSA semakin terus terjalin secara intens.
“Begitu juga koordinasi dengan seluruh stakeholder di Priok, maupun stakeholder kemaritiman nasional,” katanya.
Dikatakan juga bahwa Pelayaran dalam pandangan makro ekonomi nasional merupakan motor bagi perkembangan industri terkait lainnya dan menjamin kelancaran ekonomi nasional.
INSA merupakan garda terdepan dari industri pelayaran. “INSA tetap konsisten untuk terus berjuang dalam menghadapi gelombang tantangan di industri pelayaran yang kian kemari kian kompleks, dan menyuarakan kepentingan pelayaran merah putih diberbagai forum baik tingkat nasional, regional dan internasional,” ujarnya.
Carmelita juga mengungkapkan, bahwa INSA selama ini tetap komit untuk memberdayakan pelayaran niaga, nasional, mempersatukan, melindungi dan memperjuangkan kepentingan anggota.
Carmelita mengatakan, peran INSA Jaya sangat penting karena keberadaannya di ibukota. Oleh karena itu, Raker ini diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan masukan dan evaluasi yang relevan dalam pengembangan roda organisasi dimasa depan, sekaligus berkontribusi bagi industri pelayaran dan ekonomi Jakarta maupun nasional.

Sementara Kepala Syahbandar Priok, Amiruddin berharap Raker INSA 2018 berjalan lancar. Dari kegiatan ini bisa menghasilkan identifikasi permasalahan yang ada kaitan dengan kantor Syahbandar.
“Saya tunggu masukan dari INSA Jaya agar masalah di kami bisa teridentifikasi untuk perubahan. Kalau bapak ada masalah dengan kami, kirim surat saja ke saya,” kata Amiruddin.
Amiruddin berharap antara INSA dan Syahbandar sama-sama saling terbuka. “Tanpa kehadiran INSA, Syahbandar nggak ada artinya. Sebaliknya, INSA juga akan sulit tanpa Syahbandar,” ujarnya.
Sedangkan Dedi, kepala bidang Lala kantor OP, dalam kesempatan ini juga mengajak semua pihak dapat berkolaborasi dan bisa menjawab tantangan yang ada di pelabuhan Tanjung Priok.
Ketua DPC INSA Jaya Capt. Alimuddin mengungkapkan bahwa masih ada masalah-masalah yang dihadapi pelayaran anggota.
“Ada beberapa masalah misalnya alur pelayaran dan keselamatan pelayaran, aplikasi online, dan dokumen,” katanya.
Acara juga diisi dengan diskusi, menghadirkan sejumlah Nara sumber dari Syahbandar, dan Bea Cukai, serta lainnya. (***)






























