Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) berharap pemerintahan kabinet Indonesia Maju akan memberikan perhatian khusus pada sektor kemaritiman, terutama industri pelayaran.
“Perlu sinergi bersama antara pemerintah dengan usaha swasta lokal agar mampu meningkatkan daya saing logistik nasional, karena masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dicarikan solusinya secara bersama-sama agar pelayaran nasional bisa bersaing dikancah internasional,” kata Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP INSA kepada Ocean Week, Kamis pagi (24/10), di Jakarta.
Kalau mengenai pelabuhan, infrastruktur, dan tol laut, Meme (panggilannya) yakin hal itu sudah menjadi agenda Menhub Budi Karya Sumadi. “Harapan kami justru ada pada fokus strategu presiden Jokowi dalam hal penyederhanaan birokrasi dan regulasi yang membebani operasional di sektor transportasi,” ungkapnya.
Harapan Mema juga tak jauh beda dengan pelaku usaha transportasi yang lain. Dia mengharapkan agar pemerintahan pada lima tahun mendatang tetap fokus pada pembenahan sektor maritim, khususnya di sektor pelayaran niaga nasional.
“Sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelayaran nasional, misalnya pembiayaan pengadaan kapal masih terbebani bunga bank tinggi dan tenor pendek. Skema pembiayaan di angkutan laut nasional diharapkan dapat disamakan dengan skema pembiayaan infrastruktur seperti jalan tol dan pelabuhan,” kata Carmelita lagi.
Ketua Umum INSA ini mengapresiasi kepada pemerintah untuk membenahi sektor maritim dalam lima tahun terakhir guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim. Namun tidak dipungkiri ada tantangan dan persoalan yang tak kunjung berhenti menyebabkan industri pelayaran nasional sulit bersaing atau bisa dikatakan belum memiliki daya saing yang mumpuni. “Ya karena regulasi dan perbankan yang belum berpihak kepada usaha pelayaran nasional,” katanya.
Meme mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah tepat menunjuk kembali Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan karena Menhub yang satu ini dinilai layak mengawal dan mengimplementasikan program nasional pemerintah di bidang transportasi.
Untuk tol laut, Meme berharap, pemerintah akan banyak lagi melibatkan swasta nasional berkiprah dalam penanganan tol laut ini.
Sementara itu, penasihat INSA H. Soenarto saat ditanya harapannya untuk Menhub Budi Karya, menyatakan karena Budi Karya sudah menjabat Menhub sebelumnya selama ini, pasti sudah tau apa menjadi harapan pelayaran. “Tidak ada kotak katik yang sudah berjalan seperti Canotage, yang perlu terobosan yaitu bagaimana bisa mendapatkan bunga kredit murah dan harga bahan bakar yang wajar tanpa dibebani pajak dan tanpa subsidi sehingga semua pelayaran sama tanpa harus memberikan subsidi bahan bakar. (**)






























