Crew Boat swasta yang digunakan KKP (kantor kesehatan pelabuhan) Tanjung Priok dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan terhadap awak kapal yang akan sandar di pelabuhan Priok mendapat sorotan serius dari kalangan pelayaran.
Sebab penggunaan boat tersebut, dipungut biaya yang cukup mahal. Sekali pakai dikenai biaya Rp 1,5 juta. Dan ini dianggap menambah high cost logistik.
Sebaiknya, pengurus DPC INSA segera menyelesaikan masalah ini dan mencari solusi terbaik, mengingat penggunaan boat tersebut juga untuk kepentingan pelayaran sendiri.
“Harusnya ketua (capt. Alimudin) melakukan aksi batalkan boat swasta itu, jangan kita dpc insa jaya diam aja seolah olah kita menyetujui,” ungkap Ujang, yang juga pengurus DPC INSA Jaya, kepada Ocean Week, Selasa (31/3).
Ujang juga menyatakan kalau INSA Jaya bersama pihak Pelindo Cabang Tanjung Priok yang diwakili oleh Capt. Tedy Gunawan, Deputy GM Kepanduan sudah bertemu dan membahas soal ini.
Ujang menambahkan, kalau untuk biaya, pelayaran maunya Rp 750 rb sekali pemakaian. “Tak ada hitungan jauh dekat,” ucapnya.
Sementara itu, Capt. Tedy Pelindo saat dikonfirmasi, membenarkan jika pihaknya sudah bertemu dengan INSA Jaya, membicarakan mengenai tarif penggunaan boat itu.
“Kemarin sudah dibicarakan dengan INSA Jaya untuk tarifnya,” kata Tedy.
Menurut Tedy, selama ini untuk pemeriksaan crew kapal oleh KKP dibantu dengan motor pandu. Tapi karena tak sedikit yang harus diperiksa terkadang kekurangan boat.
“Lagi pula ada beberapa agen pelayaran yang minta kuitansi, padahal agen memberikan sesuatunya itu bukan sebagai tarif resmi, makanya nggak bisa ada kuitansi. Lagi pula motor boat kami sering dipakai untuk kepentingan sendri. Karena itu, saya carikan alternatif speedboat. Jika ingin pakai silakan dan tidak juga nggak apa-apa, tidak wajib,” jelasnya.
Kata Tedy, untuk boat itu sudah pula dilaporkan ke pihak Syahbandar. “Mengenai tarifnya, kemarin sudah bertemu dengan INSA Jaya membahas soal itu. Tarifnya berdasarkan jarak labuh tidak Rp. 1,5 juta. Namun hampir sama dengan agen pada saat menggunakan boat Arsa sekitar Rp 750 – Rp 800 ribuan. Tapi untuk kapal-kapal besar yang berlabuh jauh diatas 5 mill tarip akan berbeda. Dan INSA sudah ok. Owner speedboat hari ini saya minta untuk membuat daftar harganya,” jelasnya.
Menurut Tedy, dirinya pun sudah dipanggil GM Pelindo Cabang Tanjung Priok untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Sedangkan GM Pelindo Tanjung Priok Suparjo ketika ditanyai soal ini, menyatakan bahwa dirinya sudah mendiskusikannya dengan deputi GM Kepanduan (Tedy Gunawan).
“Kalau masalah biaya penggunaan boat, secara aturan tidak ada aturanya, karena itu kewajiban shipping company. Sebab KKP tidak ada kapal motor untuk survey sehingga menggunakan kapal kapal yang ada,” ungkapnya. (***)





























