KM Sabuk Nusantara 79, kapal hibah dari Ditjen Hubla Kemenhub untuk Waingapu Sumba Timur diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Waingapu, pada Senin (30/7).
“Saya berharap dengan penambahan kapal baru ini masyarakat Sumba Timur dapat memanfaakan sebaik-baiknya dalam membuka peluang usaha antar pulau sehingga harga barang di Sumba Timur dapat lebih murah,”kata Gidion Mbilijora, Bupati Sumba Timur dalam sambutan peresmian kapal tersebut.
Peresmian dan pelepasan KM Sabuk Nusantara 79 juga dihadiri Anggota DPRD Sumba Timur, Dandim 1601 Sumba Timur, FORKOMPIMDA dan perwakilan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.
Gidion juga menyatakan apresiasinya kepada pemerintah yang telah membantu penambahan fasilitas trasportasi laut agar perekonomian di Sumba Timur membaik.
Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Pelabuhan Waingapu Rosihan Gamtjin yang membacakan sambutan Direktur Lalu Lintas dan Perhubungan Laut Chandra Irawan mengatakan, kehadiran KM Sabuk Nusantara 79 adalah sarana pengembangan Tol Laut.
KM Sabuk Nusantara 79 berkapasitas penumpang sebanyak 500 orang, dengan berat muatan barang 100 ton. Lama perjalanan pelayaran Waingapu-Kayangan (PP) hanya ditempuh dalam waktu sepuluh hari.
“KM Sabuk Nusantara 79 saat ini melayani rute dari ke, Waingapu-Mamboro-Weekelo-Bima-Badas-Beno dan Kayangan (PP), dengan rute yang ditetapkan ini mudah-mudahan tahun depan kita menambah trayek sesuai dengan permintaaan pemkab agar dapat menghubungkan daerah wisata seperti di Labuan Bajo,” kata Rosihan.
KM Sabuk Nusantara 79 diyakini bisa menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik serta menjamin ketersediaan pokok strategi di seluruh wilayah Indonesia dengan harga relatif murah sehingga kesejahteraan masyarakat semakin merata. (**)




























