Hendra Wijaya Kesuma (Pelayaran Bintika Bangun Nusa) kembali terpilih menjadi ketua DPC INSA Medan periode 2019-2023, setelah menyingkirkan Bustanil Arifin (pelayaran Tanto Line), dalam rapat anggota yang berlangsung di kota Medan, Selasa (21/5).
Hendra berhasil mengumpulkan 28 suara, sedangkan Bustanil hanya memperoleh 18 suara, dari total 46 perusaan pelayaran yang hadir sebagai pemilih.
“Hendra terpilih sebagai ketua DPC INSA untuk kedua kalinya,” kata Nova Y. Mugijanto, Bendahara DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), kepada Ocean Week, per telpon, Rabu siang.
Nova berpesan supaya ketua terpilih (Hendra W. Kesuma) bisa amanah dalam mengemban tugas-tugas yang dipercayakan oleh para anggotanya.
Nova juga bercerita bagaimana saat ini kondisi perusahaan pelayaran masih cukup berat menghadapi perekonomian dunia.
Karena itu, ujar Nova, pihaknya masih mengejar pasar ekspor-impor yang sangat potensial guna mendorong Indonesia sebagai poros maritime dunia. “Sekarang ini, jasa angkutan pelayaran domestik sudah dipegang kapal berbendera Indonesia (cabotage), namun pasar ekspor-impor masih kurang dari 10 persen,” ungkapnya.
Makanya, kata Dirut pelayaran PAN Maritime ini agar ke depan bisa masuk ke pasar internasional.
Untuk bisa meraih keinginan tersebut, pihaknya telah memperoleh dukungan pemerintah melalui langkah-langkah konkret, antara lain dengan, diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 yang mengharuskan pada tahun 2020, semua kargo ekspor impor untuk komoditas batubara dan CPO wajib diangkut kapal berbendera Indoensia.
“Nanti akan kita petakan pasarnya secara bertahap. Untuk tahap awal target kita ASEAN dulu,” ungkap Nova.
Sementara itu, ketua terpilih Hendra menyatakan, potensi pasar sangat besar di Sumut, selama ini kegiatan ekspor impor container yang dilayani INSA hanya lima persen, selebihnya diangkut kapal asing. (***)






























