Pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Multipurpose Batang, Jawa Tengah, akan dipercepat supaya bisa mendongkrak investasi dan perekonomian di provinsi ini.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Multipurpose Batang dilakukan sesuai rencana.
Menanggapi arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meminta Pelindo untuk mempercepat pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Batang guna mendongkrak investasi dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan dukungan penuh.
“Pelabuhan merupakan pintu gerbang utama kegiatan ekspor-impor dan distribusi logistik nasional,” ujarnya saat dihubungi Ocean Week, Senin pagi (25/8) lewat telepon nya.
Menurut Hari, percepatan pengembangan infrastruktur pelabuhan, termasuk pengerukan alur, pembangunan breakwater, perluasan terminal petikemas, serta peningkatan fasilitas digitalisasi layanan, akan banyak memperoleh nilai positif.
Antara lain, pertama, meningkatkan daya saing Jawa Tengah dalam menarik investor, khususnya di sektor industri dan manufaktur. Kedua, memperlancar arus logistik sehingga biaya distribusi menjadi lebih efisien dan kompetitif.
Lalu, kata Hari, dapat mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri, seiring dengan meningkatnya potensi ekspor dari kawasan industri yang berada di Jawa Tengah.

Sebelumnya Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi menyampaikan agar pembangunan pelabuhan Tanjung Emas dan pelabuhan multipurpose Batang dipercepat. Hal itu disampaikan Luthfi saat menerima audiensi Sub Regional Head Pelindo Jawa, Purwanto Wahyu Widodo, dan Asosiasi Pelabuhan, di kantor Gubernur, Semarang, Jumat (22/8) lalu.
“Jawa Tengah harus punya daya dobrak untuk meningkatkan perekonomian. Kelemahan Jawa Tengah itu pada logistik, khususnya pelabuhan. Jadi kita laris punya yang lebih bagus karena kawasan industri kita rata-rata sudah 60 persen, Kendal itu bahkan hampir 90 persen,” kata gubernur Luthfi.
Tidak hanya itu, menurut Lutfhi, kebutuhan pelabuhan yang bagus juga akan mendukung rencana pengembangan kawasan industri baru yang berpotensi di beberapa wilayah Jawa Tengah.
Terkait pengembangan pelabuhan di Jawa Tengah ini, gubernur terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
Batang Akan Beroperasi
Saat ini pelabuhan di Batang sedang dalam proses beroperasi untuk mendukung investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.
Selain itu angkutan logistik dengan kereta api untuk kontainer juga akan dikerjakan dengan jangka waktu maksimal 1 tahun.
“Harus segera dipercepat. Bupati dan Wali Kota sudah saya suruh buat kawasan-kawasan lagi. Maka pelabuhan ini penting. Nanti mengenai dana, kita akan ngomong lebih detail lagi dengan Dirut Pelindo,” kata gubernur.
Sementara itu, Sub Regional Head Pelindo Jawa, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan, gubernur telah meminta langsung kepada Pelindo, agar pelabuhan-pelabuhan di Jawa Tengah terus dibenahi guna memastikan kelancaran logistik. Misalnya di Tanjung Emas dan yang terbaru adalah kesiapan operasional Pelabuhan Multipurpose Batang.
“Batang, secara administrasi dan perizinan kami selesaikan di Agustus ini dan mudah-mudahan sudah bisa jalan bulan September,” kata Purwanto.
Dia menjelaskan, pelabuhan Multipurpose Batang itu sementara ini akan melayani satu customer yaitu PT KCC.
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut membutuhkan akses logistik yang lebih cepat untuk mendaratkan bahan baku dari Bangka-Belitung ke pabrik di KEK Batang.
Adapun terkait pembenahan di pelabuhan Tanjung Emas Semarang akan dilakukan sesuai dengan rencana induk. Pembenahan itu untuk memperlancar aktivitas logistik yang melalui Tanjung Emas.
“Kita mendatangkan bahan baku menggunakan tongkang dari Bangka-Belitung, setelah diproses di Batang, ekspornya lewat Tanjung Emas yaitu TPKS. Jadi pelabuhan Batang itu untuk mensupport kegiatan di KEK Batang,” ujarnya. (***)





























