Graha Segara, salah satu pengelola Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara mendatangkan satu unit alat bongkar muat Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) buatan China.
Penambahan RTGC tersebut, bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat arus barang di pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia. “Alat bongkar muat yang ini di Indonesia baru dipunyai disini (Graha Segara) dan BJTI (Berlian Jasa Terminal Indonesia) di Surabaya,” kata Roy Rayadi, Direktur Eksekutif TPFT Graha Segara, dibenarkan Wildan Isa Anwar, direksi Graha Segara, kepada Ocean Week, disela acara buka puasa bersama perseroan bersama puluhan Yatim Piatu, maupun para mitra kerjanya, Rabu (29/5), di Tanjung Priok.

Menurut dia, RTGC merek Kalmar itu didatangkan dari Shanghai dan dibongkar di dermaga TPK Koja, belum lama ini. “RTGC ini untuk memperkuat layanan bongkar muat di TPFT Graha Segara. Dengan tambahan satu alat baru, total RTGC di Graha jadi 4 unit, dan Ini sekaligus merupakan investasi internal perusahaan yang nilainya mencapai Rp15 milliar,” ungkap Wildan menambahkan.
Wildan juga menyatakan bahwa Graha Segara mentarget pada tahun 2019 ini mampu memproduksi sebesar 50 ribu box, sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai 50 ribu box.
Untuk diketahui, PT TPFT Graha Segara merupakan perseroan yang bergerak dibidang penyediaan fasilitas behandle atau pemeriksaan petikemas khusus import baik jalur merah maupun jalur hijau.
Untuk menunjang pelayanannya, TPFT Graha Segara terintegrasi dengan layanan pemeriksaan karantina hewan dan tumbuhan. Saat ini PT Graha Segara sudah memiliki standard layanan internasional.
“Layanan disini juga sudah online sistem. Misalnya untuk pembayaran, customer tak perlu datang bawa uang cash ke Graha, cukup lewat bank yang juga sudah bekerjasama, misalnya BNI, BCA, dan Mandiri,” kata Roy. (***)





























