Federation of ASEAN Shipowners’ Association (FASA) atau Asosiasi Pelayaran se-ASEAN menggelar pertemuan Executive Committee (Exco) Meeting ke-60 & Annual General Meeting (AGM) ke-49, bertempat di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali, Indonesia, Rabu (6/3/2024) lalu.
Hadir pada kegiatan ini para delegasi yang mewakili asosiasi pelayaran dari delapan negara ASEAN anggota FASA dan para pemilik kapal nasional.
Ketua Umum Federation of ASEAN Shipowners Association (FASA) Carmelita Hartoto mengatakan kepemimpinan Indonesia di FASA pada periode 2024-2025 menjadi kesempatan untuk meningkatkan peran di sektor industri pelayaran regional khususnya di ASEAN.
Menurut Meme (panggilan familiarnya), pertemuan ini membahas berbagai isu krusial menyangkut industri pelayaran regional dan global, seperti keamanan dan keselamatan pelayaran, pelayaran ramah lingkungan, digitalisasi teknologi pelayaran dan regulasi dunia pelayaran.
“Kepemimpinan di kancah regional akan menjadi kesempatan untuk lebih mengenalkan industri maritim Tanah Air kepada para delegasi negara anggota ASEAN dan Asia,” katanya.
Seperti diketahui, Carmelita Hartoto (Ketua Umum INSA) dipercaya menjadi Ketua Umum FASA periode 2024-2025.
“Kepemimpinan di FASA dan nantinya di Asian Shipwoners Association (ASA) juga akan menjadi kesempatan Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi kemajuan industri pelayaran dan maritim di tingkat regional Asia,” katanya.
Carmelita juga mengatakan, penyelenggaraan pertemuan 60th Executive Committee Meeting & 49th Annual General Meeting (AGM) FASA di Bali turut membawa manfaat bagi Indonesia dalam penguatan beyond cabotage.
Kata Carmelita, sudah banyak perusahaan pelayaran nasional yang melayani rute internasional dengan berbagai macam komoditas yang diangkut.
Dengan menunjukkan kepemimpinan yang baik dari asosiasi pelayaran Indonesia di pertemuan besar ini, diharapkan ada peningkatan kerja sama antar-anggota yang memacu para eksportir semakin banyak menggunakan jasa kapal nasional untuk kegiatan ekspornya.
“Forum ini menjadi kesempatan kami untuk berbagi informasi, berbagi praktik terbaik, meningkatkan kerja sama antara pelayaran di ASEAN serta saling berbagi informasi untuk mencari solusi atas setiap tantangan dan persoalan pelayaran di ASEAN,” ungkapnya.
Carmelita Hartoto menambahkan pertemuan FASA di Bali juga dapat dimanfaatkan oleh para delegasi negara anggota FASA dan pelaku usaha pelayaran di ASEAN untuk saling berjejaring.
“Peluang bisnis dan peningkatan kerja sama pelayaran antara sesama anggota FASA di ASEAN itu menyangkut, dukungan dalam pembiayaan pengadaan kapal, asuransi kapal, dan galangan kapal,” jelas Carmelita. (**/ant)






























