Deputi BUMN bidang Infrastruktur Bisnis, Hamran melepas sebanyak 2.000 pemudik gratis kapal laut tujuan Surabaya-Makassar dari Tanjung Priok, Rabu (29/5).
Para pemudik tersebut diangkut menggunakan kapal Pelni KM Dorolonda yang pada pagi ini sudah tiba di pelabuhan Priok.
Pada saat para penumpang Dorolonda keluar dari terminal penumpang, suasana sangat ramai, apalagi berbarengan dengan acara pelepasan mudik gratis kapal laut yang juga menggunakan kapal milik Pelni tersebut.
Mobil pribadi, truk petikemas tumpah ruah di perempatan menuju terminal penumpang, dan macet tak lagi bisa dihindari. Bahkan untuk mengurai kemacetan itu, sampai-sampai kepala otoritas pelabuhan (OP) Tanjung Priok Capt. Hermanta, turun tangan. Hermanta yang dibantu para petugas lainnya tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang sedang macet.
Sementara itu, dalam sambutannya, Hamran mengungkapkan bahwa kegiatan mudik gratis kapal laut itu merupakan bagian dari program BUMN peduli untuk negeri. “Ada 104 BUMN yang terlibat dalam mudik gratis tahun 2019 ini, baik untuk di darat, laut, maupun udara.
Direktur Operasi Pelni Harry Boediarto saat ditanya Ocean Week, menyatakan kalau kapal-kapal Pelni bukan hanya melayani mudik gratis tujuan Jakrta-Surabaya-Makassar saja, tapi juga ada Makassar-Surabaya. Lalu Medan-Batam. “Pelni sangat konsen untuk ini,” ujarnya singkat.
Sekitar 2.000 pemudik gratis diberangkatkan dengan KM Dorolonda dari Tanjung Priok- Surabaya-Makassar, sore ini.
Kata Masrul Khalimi, bahwa kapal mudik gratis ini merupakan kepedulian para BUMN, antara lain Taspen, PLN, IPC, dan sebagainya. “Dari pelabuhan Priok, ada beberapa program mudik gratis menggunakan kapal laut,” katanya. (***)




























