Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), bertempat di Aryaduta Hotel, Kamis (20/2/2025).
Dalam kesempatan ini Dirjen berpesan agar ABUPI untuk melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM). “Kalau bisa SDM yang memiliki jejaring nasional maupun internasional,” katanya dalam sambutannya.
Dirjen Laut juga menekankan bagaimana sekarang dan kedepan mengenai pentingnya digitalisasi. “Dulu kita tak pernah berpikir bahwa Inaportnet akhirnya digunakan di 200-an pelabuhan,” ujarnya.
Karenanya, kedepan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan stakeholder menjadi penting. “Kolaborasi penting, jangan gaduh rebutan piring. Kalau piringnya cuma segitu ngga bisa dibagi-bagi. Ya kolaborasi nya diperbesar lagi. Kami di regulator selalu berusaha bagaimana regulator itu mengawal dari kebutuhan masyarakat,” jelas Arif.
Dirjen Arif pun mengingatkan supaya para petugas jangan pernah mempersulit perizinan. “Alhamdulillah dengan banyaknya perizinan yang dipercepat dan dipermudah, PNBP perhubungan laut jadi meningkat,” ungkapnya.
Dirjen Laut juga minta agar hasil dari Munas ABUPI dengan tema ‘1 Dekade ABUPI untuk Bersatu, Berkarya, dan Berkontribusi Mewujudkan Pilar Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045’.
“Yang paling penting nanti mohon disampaikan hasil Munas. Sehingga regulator bisa mengetahui apa hasilnya, dan masukannya,” kata Dirjen Laut.
Hal yang sama pun Dirjen minta kepada INSA dan Iperindo agar menyampaikan pula konsep-konsep nya, supaya regulator mengetahui masalah dan bisa mengambil solusinya.
Kolaborasi
Sebelumnya Carmelita Hartoto mengungkapkan, bahwa Munas kali ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah dan strategi organisasi ke depan. “Karena itu saya senang melihat kehadiran dan antusiasme bapak ibu (para anggota) pada pelaksanaan Munas ini. Semoga apa yang kita kerjakan hari ini, menghasilkan kesepakatan yang terbaik bagi organisasi yang kita banggakan.
Sebagai negara kepulauan, pelabuhan memiliki peran vital bagi Indonesia. Selain mendukung mobilitas penduduk, pelabuhan juga menjadi simpul penggerak perekonomian negara.
Karenanya, dapat dikatakana bahwa sektor pelabuhan adalah tulang punggung perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor Pelabuhan nasional menunjukkan peningkatan, namun tantangan ke depan tidaklah kecil.
Carmelita juga mengatakan, Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan bahwa perdagangan global akan terus tumbuh pada tahun 2025, tetapi berbagai tantangan masih menghantui.
Tantangan-tantangan ini meliputi ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan perdagangan, dan ketidakstabilan ekonomi yang dapat memengaruhi arus barang.
Kondisi perekonomian nasional juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika situasi ekonomi global.
Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antara asosiasi dan pemerintah adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, begitu pula dengan pelaku usaha. “Kita harus bersinergi untuk menciptakan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kemajuan dunia usaha,” kata Meme.
Carmelita memisalkan, dalam menyusun regulasi kepelabuhanan atau standar pelayanan, masukan dari ABUPI sebagai representasi pelaku usaha sangat dibutuhkan. Sebaliknya, ABUPI juga membutuhkan dukungan pemerintah untuk menghadirkan iklim usaha yang baik bagi seluruh pelaku usaha. Karena itu, tantangan ekonomi global dan nasional mengharuskan kita untuk duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik.
Carmelita berharap Munas ABUPI II ini akan melahirkan pemimpin yang dapat dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Dunia dimana kita ada saat ini, adalah dunia kolaborasi; ini bukan masanya kuat-kuatan, menang-menangan, tidak. Ini era dimana yang berhasil adalah yang bekerja sama, yang menang adalah yang bergandengan tangan.
Hadir pada kesempatan ini antara lain, Direktur Kepelabuhanan Hubla Mashud, Ketua Umum WIMMA INA Chandra Motik, Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristanto, Perwakilan DPP ALFI M. Nih, Ketua Umum DPP ISAA Aris Hartoyo, dan 90-an anggota ABUPI dari berbagai daerah.
Munas II ABUPI kemudian dilanjutkan laporan pertanggung jawaban pengurus lama. (***)





























