Sebanyak 3.596 pemegang SIUPAL di tahun 2018 yang tercatat di SIMLALA yang mengajukan kegiatan keagenan kapal (PKKA) sejumlah 111.824, sedangkan SIUPKK dari tahun 2017 hingga kini tercatat 297 (dengan rincian 109 di 2017, dan 184 di 2018 yang telah diterbitkan).
Sementara jumlah PPKA yang telah diterbitkan di 2018 sebanyak 12.772 dengan legalitas SIUPKK (PKKA Tramper 12.542, Liner 50, dan Crossborder 180).
Hal itu diungkapkan Capt. Wisnu Handoko, Direktur Lala Hubla saat memberikan sambutan mewakili Dirjen Hubla Agus Purnomo, pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) Indonesia Ship Agencies Association (ISAA) yang digelar di Hotel Harris, pada Jumat (25/1).
Raker pertama ISAA ini dihadiri oleh 16 DPW dan 3 DPC ISAA dari seluruh daerah di Indonesia. Capt. Wisnu Handoko mengungkapkan bahwa UU no 17 2008 tentag Pelayaran merupakan salah satu landasan bagi konsep pengembangan industri pelayaran Indonesia dalam rangka mewujudkan transportasi laut yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung pengembangan industri pelayaran di Indonesia, dimana salah satunya adalah usaha jasa terkait dengan angkutan di perairan khususnya bidang keagenan.
“Usaha keagenan kapal merupakan amanat UU Pelayaran dan PP no. 20/2010 tentang Angkutan di Perairan yang pelaksanaannya diatur dalam PM no. 11/2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Keagenan Kapal,” katanya.
“Saya berharap Rakernas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai wahana untuk saling tukar pikiran dan menyampaikan berbagai wacana yang dapat memberikan kontribusi positif untuk mewujudkan pelayanan jasa kapal yang maksimal dalam mendukung transportasi laut yang efektif dan efisien,” katanya lagi.
Memasuki era digital, pemerintah (Hubla) berharap ISAA dapat mendorong anggotanya untuk memanfaatkan teknologi informasi kepada pengguna jasa sehingga memberikan kemudahan informasi dan layanan.

Sementara itu Juswandi Kristanto, Ketua Umum DPP ISAA menyatakan bahwa Raker kali bertujuan untuk mengkonsolidasikan para anggotanya. “Kami tidak mengundang asosiasi-asosiasi lain, karena kami memang fokus untuk anggota. Kami hanya mengundang Perhubungan Laut sebagai pebina ISAA,,” kata Juswandi.
Juswandi juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Capt. Wisnu Handoko yang mewakili Dirjen Agus Purnomo. Dia pun menceritakan bagaimana perjuangannya dalam menggolkan organisasi ini sehingga dakui pemerintah. “Sekarang sudah sekitar 300 SIUPKK yag sudah diterbitkan,” kata Juswandi.
Capt. Wisnu menambahkan, dan berharap supaya pelaku usaha dapat mendorong ekspor, dan peran ISAA cukup dibutuhkan dalam hal ini.
Wisnu Handoko juga menyampaikan pesan Menko Ekuin Darmin Nasution yang meminta agar DO Online bisa terintegrasi antara institusi di kepelabuhanan. “Bagaimana di era digital ini, kita bisa menagkap peluang. Dan Pak Agus Purnomo (Dirjenla) berpesan agar di era digital atau era teknologi ini agar tidak menciptakan pengangguran. Dan ini menjadi tantangan usaha keagenan disini,” ungkapnya.
Wisnu juga ingin, dengan adanya era teknologi ini, jangan sampai kita tidak bisa menjadi ‘tuan rumah’ di negeri sendiri. (***)



























