Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, pada Rabu (7/4) menggelar coffee morning, bertempat di kantornya.
Hadir pada kesempatan ini antara lain Panglima Kolinlamil, Perwakilan Walkot Jakut, Komandan Lantamal III, Perwakilan direktur Polair, Kapolres KPPP, Kepala BC Tanjung Priok, Kepala kantor Kesehatan Tanjung Priok, GM Pelindo Tanjung Priok, Ketum dan Sekjen APLI, Ketua INSA Jaya, Direktur Operasi Pelindo II, serta para pejabat dilingkungan Syahbandar dan instani lainnya.
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Priok Capt. Wisnu Handoko menyatakan dirinya menggagas supaya dalam pertemuan ini ada tema yang dibicarakan, sehingga bisa memperoleh masukan yang konkrit dari berbagai pihak.
“Kami pada kesempatan ini akan membahas untuk Pangkalan Arsa dan pangkalan Kali kresek, mengingat banyak boat Service (perahu klotok) disini cukup rawan dan kami akan melakukan penertiban,” katanya.
Menurut Wisnu, penertiban itu terutama apakah krunya sudah bersertifikat, barang dan penumpang yang diangkut juga mesti dikontrol. “Kondisi tersebut juga akan diberlakukan di Arsa. Memang di Arsa sudah sedikit lebih tertib. Makanya kami usulkan agar di dua tempat itu ditertibkan,” katanya.
Untuk itu, Capt. Wisnu mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Pelindo Tanjung Priok untuk menertibkan ini.
Selain masalah limbah kapal dan sampah, Wisnu juga menyinggung mengenai pencanangan green port Tanjung Priok. “Itu sudah dicanangkan oleh Syahbandar, OP, dan Pelindo II. Kalau bisa tahun ini nilainya naik. Sebab, untuk menuju ECO port, prioritasnya banyak, mulai dari kualitas udara, manajemen sampahnya, pengerukan dan kualitas air, dan yang sudah kami kerjakan banyak, salah satunya dengan menyiapkan energi listrik, jadi untuk mengurangi polusi,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa mengenai limbah kapal, pada akhir tahun 2020 lalu, pihaknya telah menginisiasi manajemen limbah terpadu yang diikuti oleh tiga pelayaran yakni Temas, Pelni dan Meratus sebagai pilot Project.
“Kami berharap ini bisa jalan dengan baik, meskipun terkadang masih ada kebingungan dari keagenan dalam pengisian di inaportnet untuk pelaporan limbah kapalnya,” tegasnya.
Capt. Wisnu Handoko pun meminta kepada semua pihak penegak hukum agar jika melihat kapal menurunkan limbahnya di laut, supaya diperingatkan.
Apa yang menjadi keinginan dan harapan Wisnu menjadikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan yang bersih, aman, nyaman, serta transparan mendapat dukungan dari berbagai instansi yang ada di pelabuhan ini.
Misalnya dari Lantamal III, Polair, Bakamla, Bea Cukai, Walikota Jakarta Utara, KPPP, dan sebagainya.
“Kami sangat mendukung Tanjung Priok menjadi lebih baik,” ujar mereka.
Sedangkan GM Pelindo Tanjung Priok Guna Mulyana menyampaikan jika Priok aman, akan bisa menurunkan biaya logistik. Tapi kalau isyunya tak aman, maka akan menaikkan nilai asuransi.
“Terkait Arsa, rencana kedepan akan diperbaiki, keselamatan yang akan diutamakan, di sini juga ada RF,” kata Guna.
Terkait limbah, ucap Guna, tidak ada unsur komersil.
Pada prinsipnya semua ingin Tanjung Priok menjadi pelabuhan berwawasan lingkungan segera terwujud. (**)




























