Sebanyak belasan kapal masih terjebak di pelabuhan akibat ambruknya Jembatan Francis Scott Key dekat Baltimore, kata Wakil Komandan Operasi Patroli Pantai Amerika Serikat, Wakil Laksamana Peter Gautier pada Rabu (27/3).
“Saya rasa kita memiliki sekitar belasan kapal yang masih berada di pelabuhan, dan tidak bisa keluar,” kata Gautier saat konferensi pers di Gedung Putih.
Menurut dia, sebagian besar kapal yang terjebak adalah kapal berbendera asing.
Pada Selasa (26/3) sebuah kapal kargo besar berbendera Singapura menabrak jembatan yang membuatnya ambruk. Pihak berwenang setempat meyakini bahwa enam orang tewas akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg menolak menyebutkan batas waktu kapan pelabuhan tersebut kembali dibuka.
Seperti diketahui bahwa baru-baru ini jembatan Francis Scott Key dekat Baltimore runtuh ditabrak satu kapal kargo berbendera Singapura.
Kapal kargo ini memiliki panjang 984 kaki dan lebar 157 kaki. Kalau dikonversikan ke meter, panjang kapal sekitar 299,9 meter dan lebarnya 47,8 meter.
Kapal ini memiliki kapasitas 10.000 TEU (twenty-foot equivalent unit, satuan kapasitas kapal kargo), dengan unit onboard 4.679 TEU, dan bobot yang dapat diangkut: 116.851.Guardian menyebut kapal ini bisa mengangkut 10.000 kontainer dalam sekali pelayaran.
Pemiliknya adalah Grace Ocean Private Ltd. Synergy Group dalam laman resminya menyebutkan keseluruhan kru kapal ada 22 orang dan semuanya merupakan orang India. Kapal itu tengah bergerak dari Baltimore ke Kolombo. (**/ant)






























