Untuk meningkatkan layanan di terminal kade 102 – 105, operator terminal dermaga ini yakni Adipurusa terus melakukan inovasi. Saat ini perseroan berupaya mengganti crane penunjang bongkar muat kontainer, dari yang lama dengan membeli baru.
Perseroan sudah membeli dua crane yang didatangkan dari Korea untuk mengganti dua crane yang sudah tua. Namun sayang, dalam perjalanan ke Tanjung Priok Jakarta Utara, kapal Dongbang Giant yang mengangkut crane-crane tersebut dihantam badai Taiphon di Laut Pasific Barat dekat pulau Luzon, sehingga kapal terpaksa balik arah untuk melakukan perbaikan lashing sementara di Hongkong.
“Sekarang sudah kembali ke Korea untuk perbaikan crane-crane yang rusak akibat hantaman badai,” kata Capt. Supriyanto dari PT Samudera Indonesia, agen dari kapal Dongbang Giant, saat dikonfirmasi Ocean Week, Kamis sore, di Kantor INSA Jaya.
Menurut Sekretaris INSA Jaya ini, seharusnya kapal itu sudah tiba di Tanjung Priok pada tanggal 20 Agustus yang lalu untuk segera membongkar crane milik PT Adipurusa yang akan dipasang di kade 102-105. “Tapi sekarang terpaksa meninggu perbaikan selesai di Korea,” ujarnya.
Sementara itu, Ogi Haris, pimpinan di Adipurusa saat ditanya soal crane itu, membenarkan jika kedatangan crane yang baru dibelinya itu mengalami keterlambatan, akibat terjangan badai Taiphon saat dikapalkan menuju ke Indonesia.
“Crane-crane itu ada kerusakan sedikit, sehingga harus balik ke fabricator di Korea untuk perbaikan,” kata Ogi.
Sunarno dari Pelayaran TMS, sebagai salah satu pelanggan di kade 102-105, menyatakan meski peralatan crane yang ada di Adipurusa sudah dikeluarkan dua unit, namun kegiatan bongkar muat belum terganggu. “Kapal saya ada dua yang masuk kesini, satu Priok-Jambi, dan satu lagi Priok-Panjang, bongkar muat kontainer tak masalah,” ungkap Nano, panggilan akrabnya.
Dia berharap dua crane pengganti yang dibeli Adipurusa bisa secepatnya datang, untuk percepatan layanan di kade tersebut yang dioperasikan Adipurusa. (***)





























