Pemerhati hukum kelautan Chandra Motik, baru-baru ini dinobatkan oleh Politeknik Maritim Negeri Indonesia (PMNI) sebagai pakar hukum kemaritiman.
Penghargaan tersebut diterima Chandra Motik usai menjadi ara sumber dalam sarasehan nasional membangun negara maritim dalam perspektif pendidikan, ekonomi, pariwisata sosial, budaya, politik dan pertahanan, pada 14 November lalu.
“Alhamdulillah, saya senang menerima penghargaan itu, karena ternyata apa yang saya lakukan selama ini dinilai oleh banyak pihak, dan salah satunya PMNI,” kata Chandra kepada Ocean Week, Minggu sore, di Jakarta.
Kegiatan sarasehan itu, menurut Chandra Motik, terselenggara atas kerjasama PMNI dengan Sekolah Tinggi Angkatan Laut dan Kabupaten Lamongan Jawa Timur. “Temanya cukup menarik yakni Menelusuri Jejak Laksamana Nala sebagai Panglima Perang Patih Gajah Mada dalam Strategi Pengembangan Budaya Maritim,” ujarnya.
Tujuan dari sarasehan ini, ungkap Chandra, salah satunya untuk menumbuhkan kesadaran secara utuh dan komprehensif terhadap budaya maritim Indonesia.
Dia berharap agar budaya, kekayaan maritim nasional dapat terus terjaga oleh generasi muda bangsa Indonesia di masa depan.
Chandra juga mengaku bangga karena pada saat bersamaan telah diresmikan pembangunan SMAK Maritim pertama di Indonesia oleh Bupati Lamongan, H. Fadeli. (***)






























