Macet di areal pelabuhan Tanjung Priok masih belum bisa diatasi. Solusi mengatasi kemacetan juga terus dibahas pihak-pihak terkait.
Pelindo Tanjung Priok pun sudah menyiapkan buffer area, meski trucking masih belum mau menggunakannya.
Jadi, apa sebenarnya yang diinginkan trucking dan ALFI. Tapi, dari obrolan singkat dengan Ketua Aptrindo Jakarta Mustajab, pengurus ALFI Jakarta Kadar, sebenarnya mereka mau saja menggunakan buffer area, asalkan pengelolaannya dengan cara konsorsium (Kerjasama antara Aptrindo-ALFI & Pelindo).
“Mestinya bisa dikelola secara konsorsium antara Aptrindo, Alfi, dan Pelindo,” kata Mustajab diiyakan Kadar, kepada Ocean Week, di Tanjung Priok, Kamis (25/7).
Lagi pula, ungkap Mustajab, letak buffer area agak jauh. “Masak dari Utara mesti ke Timur, baru balik lagi masuk pelabuhan, kan tambah cost,” katanya lagi.
Direktur Operasi PT Pelindo II Prasetyadi, saat ditanyai masalah buffer area tersebut, menyatakan kalau fasilitas untuk tempat menunggu truk-truk yang akan berkegiatan di terminal di pelabuhan Priok sudah disiapkan di lapangan ex. Inggom. “Kami juga sedang menyiapkan sistem secara online yang nantinya dapat memudahkan para sopir truk untuk akses ke terminal,” katanya usai menghadiri acara pisah sambut GM Pelindo Cabang Tanjung Priok dari Mulyadi kepada Suparjo, di Museum Maritim.

Ketika disinggung mengenai permintaan asosiasi truk dan ALFI yang ingin supaya pengelolaan buffer area dengan pola konsorsium, Prasetyadi menyatakan, bisa saja hal itu dibicarakan nantinya. “Yang penting manfaatkan dulu buffer area tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, GM Pelindo Tanjung Priok Suparjo mengemukakan bahwa untuk mengantisipasi kemacetan di Tanjung Priok, pihaknya sudah menyiapkan buffer area di ex Inggom. “Tapi, saya heran, sudah disiapkan buffer area, namun truk tidak mau masuk kesana, katanya jauh,” ujar Suparjo meyayangkan.
Padahal, menurut dia, lapangan parkir sementara truk yang akan melakukan pengapalan kontainer tersebut, disiapkan Pelindo Priok untuk mengatasi macet. “Kami sedang siapkan sistem secara elektronik yang bisa terintegrasi dengan terminal. Jadi, dengan sistem itu, truk yang sudah selesai dokumennya, dan mau masuk ke terminal, bisa melihat dari data yang ada,” katanya.

Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Capt. Hermanta juga mengatakan kalau buffer area di ex. Inggom dapat mengatasi kemacetan di Priok. Dia pun membenarkan kalau sistem elektroniknya untuk memudahkan truk yang akan ke terminal juga sedang disiapkan Pelindo. “Sebentar lagi sudah selesai dan truk-truk bisa menunggu parkir di buffer area itu,” ucapnya.
Hermanta menambahkan, jika pihaknya diminta Menhub Budi Karya Sumadi untuk terus meningkatkan performance pelabuhan, menertibkan peraturan. Dan itu semata untuk meningkatkan pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok.
Dia juga mengajak semua stakeholder untuk meningkatkan kerjasamanya dalam mewujudkan Priok world class port. (***)





























