Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) Prasetyadi menyatakan, bahwa saat ini PT Pelindo II fokus pada digitalisasi pelabuhan, dan berupaya menjadikan pelabuhan kelas dunia di 2020.
Karena itu, berbagai upaya perbaikan dan pembenahan berbasis digital untuk memudahkan para pengguna jasanya, serta mengefisienkan layanan yang tersistem terus dilakukan. Sehingga diharapkan dapat memangkas biaya logistik yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan eknonomi Provinsi Sumatera Selatan selaras dengan visi perusahaan yakni menjadi pelabuhan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.
“Sebagai instansi publik, Pelabuhan Palembang tidak dapat berkontribusi secara maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan apabila tidak didukung secara maksimal oleh seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat yang ada di sekitar wilayah pelabuhan. Oleh karenanya, sinergi dan kerjasama yang baik antara seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kinerja di Pelabuhan Palembang yang semakin optimal untuk menekan logistic cost menjadi lebih efisien,” kata Prasetyadi, dalam sambutannya pada acara Safari Raadhan, di Boom Barru, kemarin.
Kesempatan berkunjung ke Palembang, dimanfaatkan Prasetyadi melihat-lihat kondisi pelabuhan. Didampingi manajemen IPC Palembang, Prasetyadi meninjau kesiapan layanan dan fasilitas terminal penumpang menjelang arus mudik Lebaran 1440 H.
“Pelabuhan Boom Baru telah menyiapkan panjang dermaga sepanjang 300 m, didukung gedung terminal penumpang seluas 366 m2 dengan kapasitas hingga 400 orang. Terminal Penumpang ini melayani kapal penyeberangan Express Bahari dengan rute Palembang – Muntok, Pulau Bangka, dan sebaliknya,” ujarnya lagi.
Prasetyadi juga mengaku senang, karena di kesempatan yang baik ini, bisa langsung bertatap muka dengan para mitra kerja, para asosiasi, pengguna jasa, serta stakeholders pelabuhan Palembang lainnya. “Yang tak kalah penting adalah dapat berbagi dengan seluruh masyarakat yang berada di sekitaran Pelabuhan Boom Baru Palembang,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager IPC Palembang, Agus Edi Santoso, mengungkapkan bahwa kegiatan safari Ramadhan kali ini mengangkat tema Ramadhan Bersama BUMN Penuh Cinta dan Kebahagiaan. Acara bertempat di kantor IPC Palembang, Boom Baru, Jum’at (17/5).
“Kegiatan Safari Ramadhan merupakan agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan, hal itu untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh mitra kerja, stakeholder, instansi pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat,” kata Agus Edi.
Namun, ujarnya, penyelenggaraan kegiatan Safari Ramadhan tahun 2019 ini terasa lebih spesial, mengingat penyelenggaraannya tidak hanya dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia II saja, melainkan bersama-sama dengan BUMN lainnya, seperti PT Perkebunan Nusantara VII dan Perum Perumnas.
”Program BUMN Hadir Untuk Negeri merupakan sebuah program nyata bagi Kementerian BUMN dan seluruh BUMN termasuk IPC, PTPN VII dan Perumnas untuk senantiasa memberikan sumbangsih terbaiknya bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya dalam membangun kesejahteraan dan juga berperan dalam mewujudkan pemerataan hasil pembangunan bagi seluruh masyarakat Indonesia, diantaranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkap Agus Edi.
Agus Edi menambahkan bahwa pada kegiatan kali ini, pihaknya mengundang 1.500 orang terdiri dari mitra kerja, pengguna jasa, stakeholder dan masyarakat. “Kami bahagia dan bersyukur karena berbarengan dengan kegiatan ini, bisa memberikan santunan dan bantuan pendidikan terhadap 25 siswa/siswi sekolah berprestasi namun kurang mampu, mulai dari level SD, SMP dan SMA. Selain itu juga memberikan bingkisan lebaran dan uang santunan kepada 1.000 (seribu) anak yatim piatu dari 29 yayasan, dana bantuan perbaikan beberapa rumah/sarana ibadah seperti masjid, mushalla, pondok pesantren dan yayasan panti asuhan, serta pemberian 1.000 kitab suci Al-Quran kepada masjid/panti asuhan/lembaga pendidikan agama (pesantren), yang seluruhnya ada di kota Palembang,” katanya. (pld2/ow/***)






























