PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) (Persero) sudah berubah. Perusahaan plat merah ini sudah diakui International Association of Classification Society (IACS). Kalau 10 tahun lalu, ada banyak pelayaran nasional yang belum mempercayai, namun kini, BKI sudah menunjukkan profesionalismenya.
Sudah banyak perusahaan swasta maupun BUMN yang bekerjasama dengan BKI untuk jasa survey class. Misalnya ASDP, Pelindo Marine Service (PMS), Pelni, dan sebagainya. Bahkan BKI ingi merambah ketingkat ASEAN.
Bagaimana kinerja dan yang ingin dicapai BKI sekarang ini, Ocean Week berkesempatan menanyakan banyak hal kepada Dirut PT BKI Rudiyanto usai menandatangani kerjasama dengan PT PMS, Jumat (2/11), berikut petikannya.
Apa kabar Pak Rudi?
Baik, gemana Ocean Week, sehat juga Mas.
Saya dengar BKI sudah berubah, bisa cerita?
Setelah saya masuk BKI, sudah banyak yang berubah. Mungkin belum banyak yang mengetahui. Tapi BKI punya slogan ‘BKI Menuju Profesional dengan Stakeholder’. Buktinya, sekarang sudah banyak yang mempercayai BKI untuk klasifikasi kapal-kapal yang dimiliki perusahaan nasional.Salah satunya PT PMS (Pelindo Marine Service). Kami juga siap memberikan layanan prima kepada semua pengguna jasa BKI.
Tidak sedikit pelayaran yang belum percaya BKI, katanya sertifikasi BKI tak diakui di luar negeri?
Mungkin 10 tahun lalu ya, tidak sedikit yang selalu mengusung isu itu. Tapi setelah saya disini (BKI), isu itu sedikit demi sedikit kita tepis, dan kami banyak melakukan sosialisasi, dan akhirnya sudah banyak yang mulai terbuka. Dan soal isu itu juga perlu diklarifikasi, yang nggak laku itu apanya, dan di negara mana.
Bisa cerita tentang penunjukan statutoria BKI?
Soal statutoria itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 249 Tahun 2018. Yang tadinya sebagian ditangani Ditjen Hubla, dipindahkan ke BKI. Jadi survei dan sertifikasi statutoria pada kapal berbendera Indonesia dilakukan BKI. Tujuannya untuk menertibkan dan memudahkan melakukan pemantauan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, sertifikasi juga bertujuan agar kapal Indonesia baik yang berlayar di dalam negeri maupun luar negeri memenuhi ketentuan konvensi International Maritime Organization (IMO). Dengan otorisasi yang berlaku mulai tanggal 9 April lalu, maka ke depannya, pemeriksaan kapal Indonesia oleh MPA Singapura, misalnya dapat menggandeng BKI sebagai mitra strategis jika diperlukan atas klarifikasi atau survei tindak lanjut. PT BKI juga diberikan beberapa kewenangan untuk melaksanakan survei dan sertifikasi statutoria bagi kapal-kapal berbendera Indonesia yang hanya berlayar pada daerah pelayaran di wilayah perairan Indonesia.
Lalu?
Untuk survei dan sertifikasi statutoria, pada dasarnya sudah lama dilakukakan di Indonesia, hanya saja saat itu dilakukan oleh pemerintah melui Perhubungan Laut. Dan sekarang ini sudah diserahkan ke BKI. saat ini kondisi perkapalan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan kapal-kapal yang ada diluar negeri. Bahkan tidak sedikit kapal Indonesia yang melakukan pelayatan internasional.
Kerjasama dengan Pelindo Marine Service?
Ya, tadi (jumat/2/11) sudah ditandatangani kontrak kerjasama jasa pelaksanaan survey. Mereka (PMS) percaya kalau kami (BKI) sudah profesional. Selain PMS juga banyak yang sudah kerasama dengan BKI.
Harapan kedepan?
Harapannya, secara bertahap kapal berbendera Indonesia yang dari kategori black bisa menjadi gray dan akhirnya menjadi white. Itu yang menjadi gold dari otorisasi ini. Dan BKI bisa diakui dunia. (wan/***)




























