GM Belawan International Container Teminal (BICT) Aris Zulkarnain, menyatakan terus berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada semua pelanggannya. “Bahkan sampai ada sampah di dermaga pun saya tahu, karena disini sudah menggunakan teknologi, jadi semua kegiatan yang ada di wilayah BICT bisa terpantau melalui IT,” katanya kepada Ocean Week, kemarin.
Aris juga mengaku selalu berkoordinasi dengan stakeholders yang terkait dengan terminal yang dikelolanya tersebut.
Sebagai terminal internasional untuk kegiatan ekspor impor, pihaknya akan menjaga dan meningkatkan produktivitas bongkar muat. Sehingga kapal yang bersandar di BICT dapat membongkar muat kontainer dengan cepat.
Menurut dia, kapal-kapal yang berkegiatan di BICT banyak yang melayari rute Singapura, Malaysia dan Thailand dan negara ASEAN lainnya.
Dari data yang diperoleh Ocean Week menyebutkan bahwa komoditi ekspor selama enam bulan di 2018, didominasi Chemical, Palm Oil, dan Karet. Tercatat ada 114,430, box , padahal di tahun 2017 pada periode sama mencapai 222.408 box .
Untuk Impor, jenis Komoditi beragama, ada Pupuk, Chemical, Makanan Ternak, barang Pecah Belah. Pada semester pertama 2018 tercatat, 96.441 box, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 193.640, box.
“Kami berharap kegiatan ekspor impor di 2018 dapat terus meningkat sampai akhir tahun, hal ini karena banyaknya permintaan pasar,” kata Teuku Irfansyah, Humas BICT.
Sementara untuk kunjungan kapal, ungkap Irfan, pada semester pertama 2018 (Januari s/d. Juni) sebanyak 271 call, lebih sedikit dibandingkan 2017 yang mencapai 547 call.
Menurut Irfansyah, dermaga BICT dengan panjang 550 meter dapat disandari 3 Kapal sekaligus. (rat/ow)




























