Stakeholders terus berupaya agar kemacetan lalu lintas dari dan ke pelabuhan Priok bisa diatasi. Sebab, hingga sekarang masalah ini masih tetap belum memperoleh solusinya.
Hari Kamis (9/5), truk-truk petikemas yang menuju ke TPK Koja, NPCT1 dan Pelabuhan 3 tampak mengantre panjang. Akibatnya, antrean truk tersebut berampak ke akses jalan di sekitarnya.
Siang ini, Kamis (9/5) bertempat di Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok juga dibahas masalah kemacetan ini dalam rapat yang melibatkan banyak pihak.
Sekretaris Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Adil Karim mengemukakan, bahwa pertemuan di Kantor OP membahas antara lain mengenai kelancaran lalu lintas kapal dan barang di pelabuhan Priok.
“Macet di Priok memang jadi problem yang belum terpecahkan solusinya,” kata Adil kepada Ocean Week, di Kantor ALFI, Jakarta Utara, Kamis (9/5).
Menurut dia, kemacetan di Priok (pelabuhan) dikarenakan pada akses jalan yang menuju ke terminal Koja, JICT, dan NPCT1 banyak putaran, akibatnya truk-truk maupun kendaraan pribadi yang berputar arah semakin menambah deretan antrean.
Selain itu, akses masuk tol di depan Polres Jakarta Utara, putaran di Plumpang juga menjadi penyumbang kemacetan. Karena kemacetan itu pula kelancaran logistik jadi terganggu.
“Belum lagi ada pembatasan jam untuk truk-truk dari Cikampek atau kota lainnya masuk ke Jakarta. Kalau pagi mulai jam 06.00 – 09.00 Wib sudah dilarang masuk Jakarta. Mestinya dibebaskan saja, dan truk diberikan jalur khusus, sehingga logistik bisa tidak terganggu,” ungkapnya.
Dia minta supaya buffer area yang konon disiapkan Pelindo bisa segera direalisasikan. “Dengan adanya buffer area sangat membantu mengurangi kemacetan, karena truk parkir dulu disana, tapi sayang, buffer area belum juga jalan,” kata Adil.
Mengenai ketidak-lancaran lalu lintas barang yang terjadi di pelabuhan Priok, Adil juga menanyakan siapa sebenarnya yang ikut berperan. “Siapa yang sebenarnya jadi penghambat untuk ketidak-lancaran arus barang di pelabuhan, buka saja, supaya tahu, siapa oknumnya,” ujar Adil Karim.
Adil berharap, pembangunan Pelabuhan Patimban segera rampung, sehingga bisa jadi alternatif untuk berkegiatan pelaku usaha, sekaligus mengurai kemacetan di pelabuhan Priok. (***)






























