Sinergi cabang pelabuhan Tanjung Priok bersama stakeholder menuju superior performance menjadi tema yang dipilih pada acara pisah sambut antara Hendro Haryono, GM Tanjung Priok lama dengan penggantinya Mulyadi yang sebelumnya GM pelabuhan Panjang.
Acara yang digelar di Holiday In Hotel, Jakarta Utara, pada hari Rabu (21/3), dihadiri oleh Kepala OP Tanjung Priok Arif Toha, Kepala Syahbandar Utama pelabuhan Priok Capt. Sudiono, Dirpum Pelindo II Rizal Apriyansah, serta para asosiasi seperti INSA, ALFI, Ginsi, dan mitra kerja lainnya.
Dalam kesempatan ini, Hendro yang sekarang menjabat GM Pelindo Banten, menyatakan bahwa ini sebagai ajang silaturahmi, sekaligus memperkenalkan GM Pelindo Tanjung Priok yang baru Mulyadi.
Hendro menceritakan karirnya, mulai tugas dari pelabuhan bangka, terus akhirnya ke Pontianak, sebelum bertugas ke Priok.
“Alhamdulillah, selama di Priok, pada tahun 2017 bisa untung RP 594 miliar,” kata Hendro.
Pria asal Jawa Tengah inipun menyempatkan diri memperkenalkan Mulyadi, penggantinya.
“Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada para karyawan atas kerjasamanya, karena dari hasil survei kepuasan pekerja di Priok nomor dua.
Hendro mengemukakan, bahwa tugas barunya di Banten cukup berat, karena target yang diberikan direksi sangat tinggi, yakni harus untung Rp 500 miliar.
“Tahun 2017 lalu sudah untung sebesar Rp 100 miliar,” ungkapnya.
Sekarang di 2018, Tanjung Priok ditarget untung Rp 754 miliar.
Sementara itu, GM Tanjung Priok Mulyadi mengungkapkan, bahwa tugas di pelabuhan Tanjung Priok sudah yang ketiga kalinya, mulai dari staf, kemudian manager teknik, hingga sekarang GM.
“Kami berharap supaya harmonisasi dapat tercipta, dan perlu dukungan semua stakeholder, apa yang sudah dirintis oleh Pak Hendro (GM sebelumnya) yang sudah bagus perlu kita lanjutkan,” ujar Mulyadi.
Mulyadi minta agar sinergi dan kerjasama tetap terus bisa terjalin.
Sedangkan Dirpum Pelindo II, Rizal Ariansyah, dalam sambutannya menyatakan, bahwa proses penyegaran di IPC merupakan hal yang biasa.
“Ini bagian dari strategi BUMN untuk talenta para karyawan di lingkungan IPC,” katanya.
Rizal mengungkapkan tugas Hendro di Banten cukup berat, karena di wilayah ini ada lima pelabuhan yang strategis disini.
Rizal juga yakin Mulyadi akan mampu untuk menjalankan tugasnya di pelabuhan Tanjung Priok.
Rizal berharap adanya dukungan dari para stakeholder di lingkungan Priok maupun wilayah lainnya.
Di kesempatan ini, Kepala OP Arif Toha berpesan dan mendoakan agar ditugasnya yang baru di Banten dapat juga berhasil.
“Dan untuk GM baru Pak Mulyadi selamat datang, mari kita bersama-sama untuk memajukan Tanjung Priok lebih baik lagi,” ucapnya.
Acara diakhiri dengan door price. Namun sebelumnya, diisi oleh penyerahan santunan kepada yatim piatu diwilayah Jakarta Utara. (***)




























