Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) di Bali, hari Jumat (9/11), diikuti oleh 50-an owners depo petikemas di seluruh Indonesia.
Dalam FGD tersebut ada 4 kesepakatan yang disetujui oleh para owners tersebut.
Kepada Ocean Week, Ketua Umum DPP Asdeki, H. Muslan menyatakan keempat itu yakni pertama melakukan kolaborasi antar usaha depo, kedua sepakat mendukung kebijakan pemerintah PM 83/2016 tentang usaha depo, dan PM 53/2018 tentang kelayakan petikemas dan VGM.
“Ketiga sepakat membangun sinergitas program antara DPP Asdeki dan daerah-daerah,” kata Muslan dibenarkan Khairul Mahalli (Sekjen Asdeki), usai acara FGD perusahaan anggota Asdeki seluruh Indonesia.
Terakhir, ungkap Muslan, para owners depo petikemas sepakat meningkatkan kualitas SDM melalui lembaga Insan Prima, sebuah lembaga sertifikasi profesi yang dibentuk oleh Asdeki, ALFI, dan Aptrindo yang memperoleh persetujuan dari pemerintah (BNSP Kemenaker).
Pada acara tersebut juga diisi oleh persentasi dari HelotaC asal Korea dan Singapura, mengenai penerapan sistem teknologi depo petikemas.
Diharapkan sistem teknologi depo petikemas ini bisa terkoneksi dengan sistem kepelabuhanan Pelindo.
Selain itu, juga ada persentasi dari KSO SCI-SI yang disampaikan oleh pihak asuransi dalam rangka mengcover terhadap biaya repair kontainer terkait dengan uang jaminan kontainer. (rid/**)






























