Arus balik penumpang Lebaran 1446 H menggunakan kapal laut diprediksi meningkat melalui terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.
Sebagai catatan bahwa jumlah penumpang sampai dengan 05 April 2025 lalu, sebanyak 31.715 jiwa.
Puncak mudik tanggal 30 maret 2025 dengan jumlah 4.660 jiwa.
Adapun puncak balik tangal 04 April 2025 dengan jumlah 5.429 jiwa.
Penumpang terbanyak tujuan Batam dan penumpang terbanyak dari Batam jika
dibandingkan dengan tahun 2024, dalam kurun waktu yang sama mengalami penurunan – 11,41 %, sedangkan jumlah kapal mengalami penurunan – 26,23 %.
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M. Takwin Masuku kepada Ocean Week berharap untuk angkutan lebaran lewat laut agar penumpang terus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku, terkait pembelian tiket, barang bawaan, selama berada di dalam terminal dan selama berada di atas kapal.
“Untuk angjutan lebaran (Angleb) tahun 2025 ini kesadaran penumpang sudah cukup baik dan sangat tertib. Semoga hal Ini terus dijaga dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya Minggu pagi.
Seperti diketahui bahwa PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jakarta menyebutkan pelayanan kapal untuk arus balik penumpang pada momentum Hari Raya Idulfitri 2025 mulai berlangsung pada 4 April.
“Ada dua kapal Pelni yang sandar untuk layanan arus balik mulai 4 April yaitu KM Kelud dan KM Gunung Dempo,” kata Kepala Cabang Pelni DKI Jakarta Dicky Dermawan dikutip ANTARA, Minggu.
Dicky menyamlaikan, kedua kapal yang bermarkas (homebase) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta itu melayani penumpang ke berbagai wilayah di Indonesia.
KM Kelud yang berkapasitas 2.000 penumpang melayani wilayah bagian barat dengan rute Jakarta-Batam-Tanjung Balai Karimun-Belawan PP.
Sedangkan KM Gunung Dempo berkapasitas 2.500 penumpang melayani wilayah bagian tengah hingga timur dengan rute Jakarta-Surabaya-Makassar-Bau Bau-Sorong-Manokwari-Wasior-Nabire-Jayapura PP.
Dia menjelaskan kapal-kapal Pelni yang melayani penumpang untuk mudik maupun arus balik sudah dipastikan layak beroperasi karena sudah diperiksa secara menyeluruh (ramp check) olah pihak inspektur kelautan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Pemeriksaan menyeluruh tersebut berkaitan dengan berbagai aspek kelengkapan seperti dokumen, peralatan navigasi, peralatan komunikasi.
Selain itu, mesin dan peralatan keselamatan juga diperiksa sebanyak dua kali setahun, yaitu di setiap periode musim ramai permintaan (peak season) pada saat Lebaran dan Natal dan Tahun Baru.
Pastikan Kelancaran
Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara memastikan kelancaran arus balik Lebaran yang menggunakan transportasi laut di Pelabuhan Tanjung Priok dengan menempatkan personel gabungan.
“Kami melaksanakan pengamanan dan pelayanan arus balik penumpang,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobing kepada pers di Jakarta, Sabtu.
Dia mengatakan dirinya bersama Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok M. Takwim Masuku serta pemangku kebijakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok telah melakukan pemantauan pelayanan arus balik.
Kegiatan itu untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan masyarakat yang kembali dari mudik Lebaran.
Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan KSOP, TNI, PT. Pelni, Pelindo II, Pemda, Basarnas, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainnya guna menciptakan situasi yang aman, lancar, nyaman dan tertib.
Tak hanya fokus pada pengamanan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok tapi juga menurunkan tim dokter kesehatan melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan.
“Kami memberikan pelayanan medis bagi penumpang yang membutuhkan bantuan pemeriksaan kesehatan dan obat,” kata Martuasah.
Dengan adanya sinergi antar instansi di Pelabuhan Tanjung Priok, maka diharapkan pelayanan dapat maksimal dan perjalanan arus balik di Terminal Nusantara Pura II, berjalan aman, lancar, tertib dan sukses. (***)





























