Pelabuhan internasional Kijing di Mempawah, Kalimantan Barat ditargetkan pada tahun 2020 sudah bisa beroperasi. Saat ini pembangunan fisik sudah mencapai 23%, dan pengerjaan pembangunan pelabuhan terus dikebut.
“Targetnya April 2020 nanti Kijing sudah beroperasi dengan kapasitas awal bongkar muat peti kemas 500.000 TEUs dan curah 10 juta ton,” kata Dani Rusli Utama, Direktur Teknik dan Manajemen PT Pelindo II kepada Ocean Week, di Jakarta, Jumat (25/10) sore.
Dani mengaku yakin jika pelabuhan Kijing akan menjadi yang terbesar untuk Indonesia, kalau digarap dengan benar dan sungguh-sungguh. “Pelabuhan Kijing sangat strategis, bisa-bisa Kijing jadi yang terbesar kalau digarap dengan benar dan sungguh-sungguh,” ujarnya menambahkan.
Mantan Dirut JICT ini juga bercerita, bahwa PT Pelindo II sudah sepakat dengan PT Antam bersama Inalum dan investor asal China mendirikan pabrik smelter alumina di Mempawah. “IPC juga sudah sepakat dengan pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalbar (Kalimantan Barat) untuk mengapalkan hasil produksinya lewat Kijing,” ungkap Dani.
Dia menyatakan, berdasarkan studi kelayakan, lokasi pelabuhan Kijing sangat strategis, berada di Selat Karimata yang menjadi penghubung Sumatera dan Kalimantan.
Posisi Kijing juga berdekatan dengan Singapura, Selat Malaka, dan Laut China Selatan. “Ini poros Laut China Selatan. Kalau mau bikin pusat smelter, aspal, distribusi CPO, transshipment bahan bakar, pusatnya di situ,” kata Dani menjelaskan.
Ditanya soal Pelabuhan Dwikora Pontianak yang selama ini menjadi pelabuhan utama di Kalbar, Dani menyatakan pelabuhan sungai itu akan menjadi feeder bagi Kijing. Sebab dengan luas opperasional hanya 5 hektare, daya dukung Pelabuhan Pontianak tidak memungkinkan lagi bagi peningkatan kargo di masa depan.

Menurut Dani, PT Pelindo II telah memperoleh konsesi pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan Kijing selama 69 tahun. Pemerintah memberikan penugasan berdasarkan Peraturan Presiden No 43/2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat.
Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.
IPC menyiapkan dana Rp5 triliun untuk seluruh tahap pembangunan Kijing. Pada tahap pertama, IPC membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, dan jembatan timbang. Pada tahap II, IPC mengembangkan 4 terminal dan KEK.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Mempawah, Hj. Erlina mengatakan sejauh ini proses pengerjaan pembangunan pelabuhan Internasional Kijing menuju 30 persen sudah dilakukan. “Pada tahun 2020 ditargetkan sudah mulai beroperasi,” ucapnya kepada wartawan di Kalbar.
GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri mengungkapkan, bahwa tahap pertama pembangunan Pelabuhan Kijing progresnya mencapai 23 persen dan ditargetkan 2020 sudah dioperasikan.
“Pelabuhan Kijing ini disuport dengan lahan yang cukup luas mencapai 200 hektar. Dari 200 hektar dibagi dua tahap pembebasannya, pertama 50 hektar dan kedua sisanya,” ujarnya. (***)






























