Marine Operating System’ (MOS) atau digitalisasi layanan pandu tunda di Pelabuhan Tanjung Priok, terus diujicobakan, setelah sempurna baru resmi dilaksakan full. MOS di Priok sudah Go Live pada Rabu (3/10) 2018, bertempat di Kantor Cabang Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Sekarang belum sempurna, karena namanya sistem digital perlu terus disempurnakan. Nanti kalau sudah siap betul, langsung dilaksanakan. Jadi sampai saat ini masih terus dievaluasi pelaksanaan uji cobanya,” kata GM Pelindo II Cabang Tanjung Priok, kepada Ocean Week, baru-baru ini di Jakarta Utara.
Mulyadi yakin dengan aplikasi MOS ini, layanan pandu tunda di pelabuhan Priok bisa lebih efektif, lebih efisien, sehingga dampaknya cost logistik lebih murah.
“Dengan sistem ini semoga human error’ bisa berkurang. Dan ini bisa menjadi solusi untuk service pandu tunda di Tanjung Priok,” katanya.
Untuk diketahui, MOS merupakan sistem yang didesain guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal dengan spesifikasi teknis, antara lain Resources management, planning scheduling deployment, dan Resources optimizer.
Benefit MOS untuk pengguna jasa, yakni kepastian waktu pelayanan, tidak ada koreksi nota, pelayanan otomatis berjalan melalui sistem MOS, dan semua data terlacak dan dapat dimonitor.
“Kalau sebelumnya, pengguna jasa tidak bisa melihat pandu/kapal tunda yang melayani kapalnya. Masih ada potensi koreksi nota pelayanan, tapi dengan MOS, pengguna jasa bisa melihat semuanya, siapa pandunya, dan sebagainya,” kata Mulyadi. (ow/***)






























