Shipping line mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Marine Operating System (MOS) yang diberlakukan di pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelindo II. Aplikasi sistem online tersebut (MOS) merupakan sistem yang didesain guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.
Namun, sampai saat ini aplikasi tersebut baru berjalan sekitar 30%. Makanya, INSA Jaya minta supaya PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok atau yang berwenang dalam masalah ini untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat peralatan pendukungnya, supaya tidak ada trouble jaringan.
“Pelaksanaan MOS masih 30%. Kami minta supaya terus dievaluasi, karena pada frekuensi lokasi tertentu sering trouble. Kami dapat info karena diwilayah itu ada juga jaringan dari navigasi,” kata Capt Supriyanto, Sekretaris DPC INSA Jaya kepada Ocean Week, usai acara Rapar Kerja (Raker) asosiasi pelayaran ini di Cisarua. Bogor, Sabtu (15/12).
Padahal menurut Supriyanto yang diampingi Munif SH, Ketua Bidang Hukum DPC INSA Jaya, dengan sistem ini diharapkan human error bisa berkurang. Dan ini bisa menjadi solusi untuk service pandu tunda di Tanjung Priok.
“Kata pihak Pelindo Priok, nantinya kalau aplikasi ini sudah 100%, bisa dipantau dari HP android, dan bisa dari mana saja,” ujarnya.
Manager PT Pelayaran Samudera Indonesia di Tanjung Priok ini juga mengungkapkan bahwa aplikasi MOS ini sebenarnya sangat membantu pelayaran, karena sistem digitalisasi ini semua menjadi jelas. “Pelayaran bisa memantau siapa pandunya, posisinya dimana, dan sebagainya,” ungkapnya lagi.
Untuk diketahui, MOS merupakan sistem yang didesain guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal dengan spesifikasi teknis, antara lain Resources management, planning scheduling deployment, dan Resources optimizer.
Benefit MOS untuk pengguna jasa, yakni kepastian waktu pelayanan, tidak ada koreksi nota, pelayanan otomatis berjalan melalui sistem MOS, dan semua data terlacak dan dapat dimonitor.
“Kalau sebelumnya, pengguna jasa tidak bisa melihat pandu/kapal tunda yang melayani kapalnya. Masih ada potensi koreksi nota pelayanan,” kata GM Pelindo Tanjung Priok, Mulyadi kepada Ocean Week beberapa waktu lalu, di Tanjung Priok.
Diharapkan dengan aplikasi MOS ini layanan pandu tunda di pelabuhan Priok bisa lebih efektif, lebih efisien, sehingga dampaknya cost logistik lebih murah.
Mulyadi juga mengatakan kalau pihaknya terus melakukan terhadap aplikasi ini. “Kami yakin perlu terus disempurnakan MOS ini, dan itu sedang kami lakukan. Sekarang masih terus uji coba,” ujarnya. (***)






























