Akses Jalan di luar di sekitar pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang menuju arteri alan Yos Sudarso rusak parah. Dikhawatirkan hal itu dapat mengganggu aktivitas barang/petikemas dari dan ke pelabuhan. Kelancaran lalu lintas barang menjadi terhambat, dampaknya jadwal kapal pun terimbas.
Bukan hanya itu, usaha truk angkut petikemas dan barang umum dari dan ke pelabuhan Tanjung Emas juga akan dirugikan. Mengingat jalur sepanjang 50 meter itu penuh dengan lubang 30-50 cm. Apabila hujan turun, lubang-lubang itu dipenuhi air sehingga menyerupai kolam.
Ocean Week yang menghubungi Slamet, Ketua Organda Pelabuhan Tanjung Emas, mengaku belum tahu menahu mengenai hal itu. “Saya belum tau itu, bukannya sudah diperbaiki,” katanya per telpon, Senin pagi ini (14/1).
Dan itu menjadi ironi kalau Ketua Organda pelabuhan sampai tidak mengetahui adanya kerusakan jalan di sekitar pelabuhan Tanjung Emas. “Saya masih di kampus, nanti saya hubungi lagi,” ujarnya.
Ketika Ocean Week mengkonfirmasi kepada Budiatmoko, Ketua GINSI Jateng, tidak bersedia memberi jawaban, karena bukan ranahnya. “Lebih tepat hubungi saja Pak Pri (Supriyono Ketua Aptrindo Tanjung Emas-red),” kata Budiatmoko.
Supriyono, Ketua Aptrindo Tanjung Emas, kepada Ocean Week menyatakan, dengan adanya kerusakan jalan di sekitar pelabuhan Tanjung Emas sangat merugikan usaha truk. “Ban truk jadi karatan, AS sering patah akibat gubangan air di lubang-lubang jalan. Lalu lintas barang yang ke dan dari pelabuhan menjadi sangat lamban,” katanya Senin pagi ini per telpon.
Menurut dia, kerugian yang diderita pengusaha truk setiap hari mencapai ratusan juta rupiah, akibat kerusakan jalan tersebut. “Kami sudah laporkan hal itu kepada KSOP, dan Dinas Perhubungan Kota Semarang, namun belum ada kelanjutannya,” ujarnya.
Hanya saja, ungkap Supriyono, pihak KSOP menginformasikan akan meneruskan laporan dari Aptrindo mengenai kerusakan jalan itu ke Gubernur Ganjar Pranowo. “Kami nggak tahu apakah untuk perbaikan jalan itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau pemerintah kota,” ucapnya bertanya-tanya.
Namun Supriyono berharap supaya akses jalan di sekitar pelabuhan Tanjung Emas itu dapat segera diperbaiki.
Sementara itu, Ridwan Ketua INSA Semarang mengungkapkan, bahwa kerusakan parah jalan tersebut sebetulnya sudah agak lama terjadi, hampir 4 bulanan, meskipun hanya sekitar 50 meter dari akses pos utama (pos 4) masuk ke arah kiri menuju jalur jalan nasional arteri Yos Sudarso yang selanjutnya menuju arah tol Jatingaleh atau ke arah utara ke Demak.
“Setahu saya jalan tersebut adalah jalan nasional bukan jalan di dalam pengelolaan atau tanggung jawab Pelindo. Tapi karena semua truk dan mobil yang keluar dari pelabuhan pos 4 harus lewat jalan itu untuk menuju ke Demak, maka cukup merepotkan bagi pengemudi untuk menghindari lobang-lobang/kubangan di jalan tersebut,” kata Ridwan.
Kata Ridwan, sejak beberapa bulan lalu, INSA Semarang juga sudah menginformasikan mengenai kerusakan jalan tersebut kepada GM Pelindo III Tanjung Emas, agar bisa mengkoordinasikannya dengan institusi terkait (PU atau Bina Marga untuk memperbaiki kerusakan jalan itu.
“Yang jelas rusaknya jalan itu cukup mengganggu aktivitas kapal, karena sering terlambatnya pengiriman barang. INSA berharap jalan rusak segera diperbaiki,” ujarnya.
Seperti diketahui, kerusakan jalan di sekitar pelabuhan Tanjung Emas sangat merugikan semua pihak. Truk sering patah per, patah AS, ban berkarat. Juga pengusaha kapal rugi, karena jadwal menjadi terganggu. Begitu pula dengan pemilik barang sangat dirugikan.
Eskpor impor menjadi terhambat, karena pengiriman barang sering terlambat. Akibatnya terjadi high cost logistik. (***)






























