Isu lumpuh total layanan di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pasca kejadian rubuhnya salah satu crane yang tertabrak kapal MV. Soul of Luck pada Minggu (14/7) lalu, tidak dibenarkan oleh pengguna jasa.
INSA Semarang, INSA Surabaya, maupun ALFI Jawa Tengah saat dikonfirmasi Ocean Week, Selasa pagi menyatakan, bahwa isu yang belakangan berhembus ke masyarakat kalau layanan di TPKS lumpuh total, dibantahnya.
Ariwibowo, Ketua ALFI Jateng misalnya, kepada Ocean Week menyatakan jika pihaknya pada Senin (22/7) kemarin justru melakukan kunjungan ke TPKS untuk memastikan kegiatan di terminal tersebut.

“Sudah normal kok, pasca kejadian tabrak crane oleh kapal Soul of Luck itu, Pelindo 3 langsung bekerja keras menangani, tak lama kemudian layanan sudah dilakukan kembali. Kami (ALFI) kemarin baru kesana memastikan apakah layanan sudah normal atau belum, ternyata sudah normal,” kata Ariwibowo, owner PT Arindo tersebut.
Ariwibowo juga menginformasikan akibat peristiwa Soul of Luck tersebut, anggotanya banyak mengalami kerugian. “Puluhan barang dalam petikemas terpaksa harus dipindahkan ke petikemas yang lain, karena harus ekspor. Ada puluhan petikemas yang sampai sekarang masih belum bisa dikeluarkan, termasuk satu petikemas saya. Tapi kalau kerugiannya berapa, saya masih menghitungnya,” ungkapnya lagi.
Ketua ALFI Jateng ini berharap bahwa crane 03 yang rubuh dan puluhan petikemas yang terdampak bisa secepatnya disingkirkan dari TPKS, sehingga terminal kebanggaan masyarakat Semarang ini dapat kembali seperti sedia kala.

Hal yang sama pun dikemukakan Ketua INSA Semrang, Ridwan. Dia menyatakan, tim TPKS dan Pelindo III sangat aktif dan kooperatif dalam menjalin komunikasi dengan INSA perihal masalah urgent yang perlu ditangani pasca insiden.
“Saat gantry crane no.03, di TPKS roboh karena tertabrak kapal MV Soul of Luck, INSA langsung berinisiatif datang dan mengadakan meeting dengan tim TPKS. Hasilnya, crane no.3 segera dipotong dan disingkirkan dalam waktu satu minggu. Sehingga, dermaga bisa dapat dipergunakan lagi,” katanya.
Menurut Ridwan, sejumlah kontainer yang rusak karena tertimpa crane segera di joint survey. Dalam waktu satu minggu joint survey dapat terselesaikan dan diproses. Sedangkan, untuk mengganti CC 03, digeser CC 08 yang kini berada di ujung utara dan kearah selatan. “Dengan begitu, kegiatan kapal di dermaga dapat normal kembali dalam waktu 2-3 minggu,” ujarnya.

Di tempat lain, Ketua INSA Surabaya Stevens H. Lesawengen, ketika dikonfirmasi Ocean Week mengenai layanan di TPKS saat ini, mengemukakan bahwa kapal MV Soul of Luck itu rutin dari Tanjung Emas lanjut ke Surabaya. Sekarang layanan di terminal tersebut sudah normal. Isu yang mengemuka di publik kalau service di TPKS lumpuh, dikatakan Stevens sebagai berita hoax.
“Justru terbalik. Opini yang menyebut operaisional TPKS berhenti pasca insiden Minggu sore (14/7) itu, ternyata tidak terbukti, layanan di TPKS baik-baik saja sekarang ini,” ungkap Stenvens.
Bahkan, ujarnya, dalam waktu kurang dari tiga jam, pasca kejadian, semua aktivitas di dermaga TPKS kembali berjalan normal seperti sebelum terjadinya peristiwa mendebarkan tersebut. “Ini dikarenakan kesigapan Pelindo III (Persero) selaku induk usaha TPKS, dengan jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otiritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Semarang untuk bersama-sama memulihkan seluruh lini aktivitas di terminal ekspor-impor seperti sedia kala,” katanya.
Stevens mengapresiasi kinerja profesional Pelindo III maupun KSOP Tanjung Emas, dan pihak-pihak terkait lainnya yang sudah bahu membahu dalam menormalkan layanan di TPKS. “Saya secara pribadi dan organisasi, merasa terkesan dan mengapresiasi dengan perhargaan setinggi-tingginya bagi team work Pelindo III yang telah sukses dalam menangani masalah di TPKS,” ucap Stenvens.
Dia mencontohkan bahwa normalnya layanan di TPKS terbukti dengan dilayaninya kapal Merkur Horizon 929N sandar di dermaga 4 jam pasca kejadian. “Ini sebuah kerja profesional,” katanya sekali lagi memuji tim TPKS.
Ocean Week yang mencoba konfirmasi kepada KSOP Tanjung Emas, Wahid melalui WhatsApp-nya mengenai hasil dari penyelidikan atas peristiwa kapal Soul of Luck, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban. (***)





























