PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) melaunching Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), pada Sabtu (17/10/2026), bertempat di Pelindo Tower, Jakarta Utara.
Hadir pada kesempatan ini, selain direksi PT Pelindo, juga para asosiasi kepelabuhanan, juga pelayaran internasional maupun domestik.
Direktur Komersial PT Pelindo Farid Padang kepada Ocean Week menyampaikan bahwa program ini intinya merupakan penguatan hub spoke dengan pengisian cargo dan dapat menjadi stimulus untuk direct export maupun direct call.
“Pak Dirjen Laut menyatakan akan mengawal Program PINP ini proses penguatan Hub dan spoke domestik agar logistik dalam satu integrasi ekosistim dengan Pelindo sebagai Orkestrator dapat berjalan lancar sehingga imbalace kargo dapat teratasi,” ujar Farid, Sabtu sore.
Menurut Farid, menanggulangi Imbalace cargo dari wilayah timur kembali ke barat dengan cara dilakukan konsolidasi kargo secara terintegrasi antara Pelindo, Shiping line dan cargo owner serta pengelola depo sehingga reposisi Empty kontainer dapat dilakukan untuk program pengisian cargo. “Ini Pelindo melakukan suatu program dengan Mengorkestrasi kegiatan tersebut dengan bekerjasama semua stakeholder daerah dan Pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dengan program PNIP ini diharapkan dapat menurunkan logistik dari PDB 14.22 dengan target ke 9 %. “Program ini adalah penciptaan koridor hampir 20 koridor dengan tahap pertama 8 koridor, sisanya di tahun depan. Pelindo memberikan diskon tarif atau handling tarif sampai 22 Persen dengan demikian YOR yang banyakan adanya empty dalat diisi dimana apabila koefisien muat dapat dicapai sampai 60 Persen akan dikenakan diskon oleh Pelindo untuk kepentingan pengisian kargo dan Pelindo akan siapkan TIM Pendulum di setiap Koridor,” kata Farid.
Farid Padang juga mengungkapkan, sebagaiman yang disampaikan Dirut Pelindo pada saat memberikan sambutannya yang menekankan 2 hal yakni Imbalance cargo dapat teratasi. Kemudian antrean truk dapat teratur di lini 1 terminal dan terintegrasi di lini 2 depo depo disekitaran Pelabuhan, bahkan dapat meningkatkan koefisien muat dan tidak ada lagi penumpukan empty yang besar di dalam Terminal Pelabuhan.
Farid menyampaikan jika Program ini selain konsolidasi kargo bisa sampai 3 bulan dapat dilakukan untuk pengisian Empty dapat juga meningkatkan FCL dari LCL dan pelaksanaannya terukur karena didukung oleh Publikasi Pelindo yang terintegrasi yaitu Adhara.
Mendukung
Pelaku depo petikemas Khairul Mahalli menyatakan kalau pelaku usaha depo mendukung peningkatan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik yang dikembangkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Kami mendukung penuh kebijakan peningkatan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik,” ujar Mahalli.
Kata Khairul, penguatan konektivitas pelayaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas jaringan logistik nasional. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong kelancaran distribusi barang, memperkuat koordinasi antar pelabuhan, serta meningkatkan efisiensi biaya logistik.
Menurut dia, Pelindo tengah mengembangkan inisiatif strategis PINP sebagai upaya memperkuat jaringan logistik melalui pengembangan koridor pelayaran yang saling terintegrasi di berbagai pelabuhan.
Program tersebut melibatkan dukungan para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk pemilik kargo (cargo owners), perusahaan pelayaran (shipping lines), dan pemilik depo logistik.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam rantai pasok nasional sekaligus mendukung terciptanya sistem logistik yang lebih terintegrasi dan efisien.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta menyaksikan penandatanganan Heads of Agreement (HoA) bersama sejumlah perusahaan pelayaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan konektivitas jaringan pelayaran. (**)






























