Dirut PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Budi Asmi melalukan kunjungan ke kantor MTI Regional 6 Area Jawa Timur (Jatim), Bali dan Nusatenggara, pada Kamis (17/9/2026).
Budi Azmi datang didampingi Corporate Secretary PT MTI Sucahyo, dan Antok Jatmiko, GM Logistik Regional 3 PT MTI untuk mengetahui kinerja PT MTI Regional 6 tersebut.
Pada kesempatan ini, Budi Azmi mengingatkan supaya bisa menjaga integrasi pola kerja, dapat melakukan inovasi bisnis, agar bisa menggerakkan pendapatan. Namun harus tetap mengedepankan HSSE (keselamatan dan kesehatan kerja).
“Integrasi pola kerja perlu, inovasi bisnis, and to and service baru juga penting, hal itu untuk menggerakkan pendapatan perseroan,” ujar Budi Azmi.

Dalam kesempatan ini, Dirut MTI Budi Asmi lebih banyak menyerap masukan dari tim MTI Regional 6. Namun, sesekali Budi Azmi menanyakan kepada Tim MTI Regional 6 tersebut.
Tak lupa Budi berpesan supaya tim dari PT MTI Regional 6 dapat menjaga pengguna jasa nya.
“Saya pesan agar apa yang temen-temen kerjakan bisa dipertanggung jawabkan, meski begitu, profit juga mesti diutamakan,” katanya.
Sementara itu, Danang Prahasta, Manager Operasi PT MTI Regional 6 area Jatim, Bali Nusra, dalam paparannya menyatakan bahwa PT MTI Regional 6 sudah bisa beradaptasi dengan PT Pos Indonesia Logistik pasca merger 1 Juli 2026 lalu.
“Saat ini setelah merger kami bisa bergerak lebih leluasa,” ujarnya.
Danang juga menyampaikan bahwa pendapatan per bulan saat ini mencapai Rp 3-3,5 miliar, dari unit usaha Postal, Kontrak Logistik, dan ritel
“Target kami bisa sampai Rp 6 miliar per bulan pada bulan November dari Regional 6 ini,” jelas Danang.
Untuk diketahui bahwa pasca merger pada Juli 2026 lalu, usaha logistik dilakukan penggabungan yang terdiri dari PT MTI, Varia Usaha Darma Segara, Sarana Bandar Logistik, Poslog, PIL, Krakatau Jaya Logistik (KJL), dan KBN Logistik.
Budi Azmi pada kunjungannya juga menyempatkan untuk melihat langsung proses pengiriman beragam surat yang telah menggunakan elektronik. Sebab, semua pergerakan untuk kiriman dilaksanakan secara robotik (tanpa menggunakan tenaga manusia). (***)




























