Gunung Anak Krakatau baru-baru ini meletus. Abu vulkanik yang disemburkan sudah sampai menghiasi Banten dan Lampung, termasuk ke Jabodetabek.
Menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang saat ini berada pada Level III (Siaga), berdasarkan Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha menghimbau agar seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi.
“Nakhoda agar senantiasa memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan oleh PVMBG, BMKG, BPBD setempat, serta instansi pemerintah terkait,” ujarnya.
Raden Yogie menegaskan supaya kapal tak mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku.
Yogie meminta Nakhoda agar melakukan perencanaan pelayaran dengan memperhatikan kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
“Apabila ditemukan indikasi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, Nakhoda agar segera mengambil tindakan penghindaran yang diperlukan serta melaporkannya kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, atau instansi terkait,” ungkapnya.
Dia menegaskan seluruh penyelenggara pelayaran agar mengutamakan keselamatan pelayaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Yogie, saat ini layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan keselamatan pelayaran. Sementara pelayaran dibatasi dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif selama status Level III (Siaga).
Yogie juga menyampaikan bahwa Kantor KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni terus melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi pelayaran di Perairan Selat Sunda sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran tetap terjaga.
Operasional Masih Normal
Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau dinilainya belum mengganggu kegiatan Penyeberangan Merak–Bakauheni.
“Hingga saat ini operasional penyeberangan masih berjalan normal. Tidak mengalami gangguan, semoga kondisi terus kondusif, namun kami tetap menghimbau untuk tetap waspada dan berhati hati serta memohon seluruh pemakai jasa tetap tertib dan patuh mengikuti semua aturan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini pelayanan penyeberangan Merak–Bakauheni masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” ujar Khoiri Soetomo saat dihubungi Ocean Week, siang ini.
Meskipun demikian, ungkapnya, GAPASDAP mengingatkan seluruh operator pelayaran agar tetap meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi perairan, serta senantiasa mematuhi arahan dari otoritas pelabuhan dan instansi terkait.
GAPASDAP juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar tetap tenang, tertib, dan mematuhi ketentuan keselamatan maupun arahan petugas selama berada di pelabuhan dan dalam perjalanan.
“Kami berharap kondisi tetap aman dan kondusif. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. GAPASDAP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau perkembangan serta berkoordinasi untuk memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali,” tegasnya.
Khoiri berharap agar Masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah, otoritas pelabuhan, serta instansi berwenang. (***)






























