PT Temas Tbk (IDX: TMAS) secara resmi menyambut kedatangan armada terbarunya, MV. Digul Mas, di Terminal Teluk Lamong, Surabaya.
Langkah strategis ini menjadi milestone penting dalam transformasi dan ekspansi bisnis Perseroan.
Mengusung teknologi electric powered propulsion system, MV Digul Mas tercatat sebagai kapal kontainer elektrik pertama yang beroperasi di Indonesia.
Hadirnya MV. Digul Mas menegaskan komitmen nyata TEMAS dalam mendorong transisi menuju energi hijau serta mendukung keberlanjutan di sektor maritim nasional.
Kapal ini mewakili era baru ekspansi armada Perseroan sebagai kapal bertenaga battery & Liquefied Natural Gas (LNG) pertama yang beroperasi di industri pelayaran Indonesia, sekaligus memperkuat peran TEMAS dalam menghadirkan solusi logistik maritim yang ramah lingkungan.
Seperti diketahui bahwa MV Digul Mas memiliki kapasitas 468 TEUs, MV. Digul Mas menjadi kapal single-fuel LNG pertama yang beroperasi di Indonesia, sekaligus menandai langkah penting TEMAS dalam menghadirkan armada dengan teknologi bahan bakar yang bersih dan rendah emisi.
Penggunaan LNG sebagai bahan bakar mendukung upaya pengurangan emisi CO₂ dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.
Pengoperasian kapal single-fuel LNG ini menjadi aset transisi strategis Perseroan sekaligus bagian dari peta dekarbonisasi TEMAS dalam mendukung target pemangkasan emisi International Maritime Organization (IMO) dan Net Zero Emission Indonesia 2060.
“Pengembangan armada ini merupakan wujud realisasi dari alokasi belanja modal (capital expenditure) yang telah dicanangkan TEMAS sejak tahun 2024. Proyek ini telah melalui proses yang panjang dengan berbagai tantangan, namun kami berhasil menyelesaikannya dan membawa teknologi elektrik ini ketahap operasional di Indonesia. Kami melihat pada tahun 2027 keseluruh 8 kapal single-fuel LNG dapat beroperasi penuh.” ujar Ganny Zheng, Direktur Business Development TEMAS dalam keterangan nya, di Jakarta.
Pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang yang penuh tantangan. Sebagai sebuah proyek percontohan (pilot project), MV Digul Mas merupakan satu dari total proyek 8 unit kapal kontainer elektrik Perseroan.
Pengembangan armada ini menuntut waktu penyesuaian yang lebih panjang akibat penerapan teknologi baru yang menjadi kurva pembelajaran (learning curve) bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Di samping kompleksitas adaptasi teknologi, proses pembangunan juga diuji oleh faktor eksternal berupa cuaca ekstrem, mulai dari banjir bandang, gelombang panas, hingga badai typhoon, yang berdampak pada timeline penyelesaian.
Namun, seluruh proses penyesuaian dan penyempurnaan ini dilakukan secara cermat demi menjamin keandalan operasional, keselamatan, dan kesiapan teknologi.
Keberhasilan menuntaskan proyek percontohan ini dan merealisasikan pengoperasian MV Digul Mas di Indonesia menjadi milestone penting bagi TEMAS.
Langkah ini tidak hanya menandai pengembangan armada rendah emisi Perseroan, tetapi juga menjadi pilar awal dalam membangun ekosistem LNG terintegrasi yang siap mendukung operasional internal sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Perkuat Sinergi
Lebih dari sekadar penambahan armada, kehadiran MV. Digul Mas merupakan bagian dari strategi TEMAS untuk membangun ekosistem LNG yang terintegrasi.
Strategi ini diperkuat melalui vertical integration dengan pengoperasian fasilitas mini likuifaksi gas alam milik entitas anak, PT Lestari Nasional Gas. Integrasi antara infrastruktur LNG dan armada berbahan bakar LNG tersebut menjadi pondasi penting bagi TEMAS dalam memperkuat kapabilitas energi, mendukung kebutuhan operasional armada, serta membuka peluang pengembangan bisnis LNG secara lebih luas.
Setelah mengantongi seluruh perizinan resmi dan memasuki tahap produksi operasional, fasilitas ini siap menjamin kepastian pasokan bahan bakar bagi MV Digul Mas serta armada TEMAS lainnya.
Tidak hanya memperkuat kemandirian energi internal, keberadaan mini LNG plant ini juga memposisikan Perseroan untuk menangkap peluang pasar eksternal, menjadikan ekosistem menuju energi hijau ini sebagai pendorong transisi sekaligus motor pertumbuhan bisnis baru.
Dari sisi sumber daya manusia, seluruh awak kapal telah memperoleh sertifikasi khusus sesuai standar internasional IGF Code (International Code of Safety for Ships Using Gases or Other Low-Flashpoint Fuels).
Melalui PT Temas Training Hub, pelatihan dan sertifikasi ketat ini memastikan bahwa operasional kapal berbahan bakar LNG di Indonesia dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi, mitigasi risiko yang komprehensif, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi keselamatan pelayaran global.
Ini merupakan wujud nyata komitmen TEMAS terhadap investasi pada keandalan sumber daya pelaut Indonesia.
“Ekosistem LNG ini merupakan langkah strategis TEMAS dalam membangun kapabilitas jangka panjang guna memimpin transisi energi di sektor maritim. Keberhasilan ini kian solid berkat integrasi bisnis yang erat, mulai dari kepastian pasokan bahan bakar melalui mini LNG plant PT Lestari Nasional Gas, hingga kesiapan SDM bersertifikat IGF Code yang dicetak oleh PT Temas Training Hub. Sinergi ini tidak hanya menjamin keandalan armada internal TEMAS, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengekspansi pasar LNG serta layanan pelatihan maritim secara lebih luas,” ujar Ganny Zheng, Direktur Business Development Temas Tbk.
Komitmen Temas
Kedatangan MV Digul Mas semakin memperkuat rekam jejak keberlanjutan TEMAS sebagaimana tercantum dalam Laporan Tahunan dan Keberlanjutan terbaru.

Secara berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan berhasil menurunkan tingkat emisi karbon armadanya secara konsisten dari tahun ke tahun.
Penambahan kapal ini akan melanjutkan capaian tren positif Perseroan dalam menekan dampak lingkungan secara konsisten.
Pengoperasian kapal LNG pertama di Indonesia ini menjadi pijakan penting dalam strategi dekarbonisasi jangka panjang TEMAS, yang mana merupakan bagian dari upaya TEMAS untuk mempercepat transisi menuju armada yang lebih rendah emisi sekaligus memperkuat efisiensi dan keberlanjutan operasional.
Langkah ini menempatkan keberlanjutan tidak hanya sebagai bagian dari agenda ESG Perseroan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan pengembangan bisnis jangka panjang TEMAS, sekaligus mendukung transformasi industri maritim Indonesia menuju operasional yang lebih rendah emisi.
Direktur Utama Temas Tbk Ricky Effendi menyampaikan bahwa kedatangan MV Digul Mas merupakan moment penting bagi perseroan dan industri pelayaran Indonesia secara keseluruhan. Ini bukan hanya penambahan armada, tetapi juga langkah nyata kami atas pengembangan suatu ekosistem dalam rangka mendukung transisi menuju energi hijau di sektor maritim nasional,” ungkapnya.
Menurut Ricky, Temas akan segera mempersiapkan MV. Digul Mas untuk memasuki jalur operasional reguler dari Surabaya sebagai home base port. Entitas anak PT Mentari Mas Multimoda menargetkan kapal ini mulai beroperasi penuh dalam waktu dekat, melayani rute domestik Surabaya – Kendari – Gorontalo untuk mendukung konektivitas logistik nasional.
Pengoperasian MV Digul Mas ini menjadi bagian awal dari rencana strategis Perseroan yang telah menyiapkan roadmap operasional untuk total 8 unit kapal kontainer elektrik. Langkah bertahap ini mempertegas komitmen TEMAS dalam memperluas jangkauan armada rendah emisi di berbagai rute logistik maritim Indonesia.
Untuk diketahui bahwa PT Temas Tbk (IDX: TMAS) adalah perusahaan terintegrasi dalam sektor maritime transportation, dengan tiga bidang usaha utama yaitu angkutan laut peti kemas, jasa bongkar muat pelabuhan, serta manajemen depo peti kemas.
TEMAS berdiri pada tahun 1987 dan sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang, maka pada tahun 2003 berubah menjadi perusahaan terbuka (go public) dengan melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “TMAS”.
Sampai dengan akhir 2025, Perseroan mengoperasikan lebih dari 40 ribu unit peti kemas dan 57 unit kapal dengan total kapasitas angkut lebih dari 28 ribu TEUs dan lebih dari 460 ribu DWT.
Hingga akhir tahun 2025 jangkauan layanan yang diberikan oleh Perseroan sebanyak 68 (enam puluh delapan) pelabuhan yang membentang dari barat ke timur Indonesia.
Dengan penambahan di bulan Agustus 2026, MV. Digul Mas, PT Temas Tbk terus memperkuat armadanya sekaligus memimpin inisiatif kapal rendah emisi di industri maritim nasional. (**}





























