Indonesia akan menjadi tuan rumah Kongres International Maritime Pilots’ Association (IMPA) atau Asosiasi Pilot Maritim Internasional, yang akan berlangsung pada 23-28 Agustus 2026, bertempat di Bali.
“Ini merupakan kongres IMPA ke-27 yang kali ini digelar di Bali, dan Indonesia atau INAMPA (asosiasi pandu seluruh Indonesia), menjadi tuan rumah.
Menurut President INAMPA Pasoroan Herman Harianja, kegiatan tersebut bakal dibuka oleh Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia bersama Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Arsenio Antonio Dominguez Velasco.
“Kami juga mengundang Pak Menhub Dudy Purwaghandi, Dirjen Hubla M.Masyhud, para direktur Hubla, dan pejabat institusi terkait lainnya, dan saat pembukaan akan dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh dunia,” ujar Pasoroan Herman Harianja dalam konferensi pers, melalui zoom, Sabtu siang.

Kongres dengan topik ‘Navigating Maritime Safety Towards Global Sustainability’ itu bakal menghadirkan 35 pembicara dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Dalam diskusi nanti, akan ada banyak yang dibahas, antara lain, masalah teknologi kemaritiman, masalah pandu, dan sebagainya,” ungkapnya.
Herman juga menyampaikan bahwa kongres ini memiliki manfaat yang secara umum akan menjadi pertukaran ide dan pengetahuan di sektor maritim, lalu Peningkatan kesadaran dan pemahaman mengenai manfaat keselamatan maritim, keamanan maritim, perlindungan lingkungan maritim.
“Banyak hal, misalnya Pengembangan profesional, Peningkatan kapasitas, dan manfaatnya untuk negara/daerah, bisa meningkatkan pendapatan nasional, peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan kredibilitas nasional,” ungkap Herman.
Selain itu, jelas Herman, dalam kongres tersebut juga diadakan pameran. Dan pameran ini sangat bagus untuk Perluasan jangkauan pasar global.
Menjawab mengenai rencana pemanduan di Indonesia akan dilakukan melalui sistem E-Pulotage, President INAMPA menyatakan bahwa E-Pilotage adalah sesuatu yang lazim dalam perkembangan teknologi, jadi pemanduan bisa dilakukan menggunakan sistem online. “Namun perlu persiapan Infrastruktur maupun suprastruktur, kondisi alam, serta SDM nya yang sudah mapan,” ungkapnya.
“Kalau kita punya VTS, pemanduan aman saja, meski seperti di Jambi, jika menggunakan E-Pilotage yg perlu dibenahi adalah SDM nya, pandu yang sudah tua mungkin bisa dipekerjakan di sistem ini, karena pandu sudah tak naik kapal lagi,” ujar Herman.
Herman Harianja juga mengemukakan bahwa target Indonesia dalam kongres di Bali ini antara lain, Ingin melengkapi semua yang berhubungan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan pandu ini.
“Kami berharap kongres IMPA di Bali tahun 2026 ini bisa sukses,” kata President INAMPA Pasoroan Herman Harianja. (***)






























