Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri kemaritiman, PT PMLI bersama STIAMAK Barunawati Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan PT Pranala Digital Transmaritim meluncurkan program pelatihan serta sertifikasi pemuatan kapal (stowage planning).
Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr. Gugus Wijonarko, MM. mengatakan, program berbasis perangkat lunak iStow tersebut dikelola secara profesional melalui unit bisnis Stiamak Business Center dan telah resmi berjalan sejak 2 Agustus 2026 di Surabaya.
“Langkah strategis ini menjadi wujud nyata dari Program STIAMAK Berdampak, yang dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi, keselamatan, dan modernisasi operasional kepelabuhanan serta pelayaran nasional,” kata Gugus di kampusnya, Senin (3/8).
Menurut Gugus, keunggulan program dan standar internasional pelatihan tersebut menawarkan kurikulum komprehensif yang dirancang untuk menghasilkan praktisi maritim yang siap pakai di lapangan.
Beberapa aspek unggulan dalam program tersebut meliputi:
Standar Kurikulum Internasional: Mengacu pada standar International Maritime Organization (IMO) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan metode blended learning (kombinasi teori dan praktik langsung).
Cakupan Jenis Kapal Luas: Materi pelatihan mencakup perencanaan pemuatan berbagai jenis armada, mulai dari kapal peti kemas (Container), Ferry-RoRo, Landing Craft Tank (LCT), Tanker, hingga Bulk Carrier.
Sertifikasi BNSP: Peserta menjalani proses assessment berbasis studi kasus dunia nyata untuk meraih Sertifikat Kompetensi Resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Fasilitas Simulasi & Instrukur Profesional: Didukung akses langsung ke software iStow dan simulasi data kapal riil di laboratorium khusus STIAMAK Barunawati Surabaya, serta dipandu oleh instruktur ahli di bidangnya – sinergi dunia akademis dan industri maritim.
Peserta latihan diikuti dari lingkungan bisnis Pelindo Regional 3 Group dan praktisi maritim lainnya.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi jembatan penting dalam mentransfer teknologi digital terkini ke operasional nyata di pelabuhan,” katanya.
Melalui program tersebut, tambah Gugus, STIAMAK Barunawati Surabaya bersama para mitra berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) sektor maritim yang unggul, adaptif terhadap teknologi digital, dan berdaya saing global.
STIAMAK Barunawati Surabaya merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu administrasi niaga, logistik, dan manajemen kepelabuhanan.
Melalui Stiamak Business Center, STIAMAK aktif menjalin kemitraan strategis dengan BUMN dan industri maritim guna menghadirkan program pelatihan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. (**/fail)































