Pada Senin malam (27/7/2026), Ocean Week turut mendampingi Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano, bersama GM Muhamad Rifdi, melihat langsung kondisi dermaga Ujung tersebut.
“Kami sudah infokan rencana tersebut kepada PT Pelindo dan minta agar fasilitas itu bisa kami optimalkan, tidak hanya digunakan sebagai penyeberangan Surabaya – Madura saja, tapi akan kami pakai untuk membuka rute Surabaya – Makassar,” ujar Yossi di Surabaya, Senin (27/7).
Menurut Yossi, dermaga akan diperbaiki, kemudian kolam pelabuhan bakal dikeruk disesuaikan dengan kebutuhan besaran kapal RoRo. “Kami akan keruk kolam, dan fasilitas lainnya akan kami perbaiki, sehingga fasilitas ini dapat dioptimalkan. Jadi nantinya masyarakat bisa menggunakannya untuk tujuan Surabaya – Makassar (PP),” jelasnya.
Yossi juga menyayangkan kondisi fasilitas kolam di dermaga Ujung yang sangat dangkal, dipenuhi lumpur, dan tak bisa digunakan oleh kapal dengan kapasitas besar. “Draft kolam hanya dua meter, dan itu dipenuhi lumpur. Saat ini yang beraktivitas disini hanya kapal Joko Tole rute Surabaya – Madura,” ungkapnya.
Yossi mengaku optimis jika dermaga Ujung direvitalisasi, kedepan akan menjadi dermaga favorit buat kapal RoRo untuk angkutan orang, kendaraan maupun barang antar pula. “Kami serius merealisasikan rencana tersebut. Dan sekarang sudah mulai kami lakukan pertemuan dengan pihak Pelindo untuk itu,” katanya lagi.
Sebelumnya, pada Senin siang, Ocean Week bersama tim ASDP menyempatkan naik kapal Joko Tole ke Madura. Tak banyak penumpang yang naik saat ini.

Kata Reza dari ASDP Surabaya, penumpang berkendara motor tak lebih dari 40 motor, dan hanya dua mobil tim ASDP yang siang itu turut di kapal Joko Tole. “Kapal ini memang tak banyak muatannya, karena kapal kecil,” ujar Reza.
Siang itu, rombongan juga sempat mendatangi kantor ASDP di Kamal Madura yang terlihat sepi, karena tak ada aktivitas.
Wujudkan LDF
Yossi kepada Ocean Week mengatakan bakal merealisasikan rencana nya untuk layanan angkutan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry/LDF) dengan harapan dapat meningkatkan konektivitas logistik dan penumpang antar-pulau, terutama Surabaya – Makassar.
“Tahun ini, rencana itu kami harapkan bisa terwujud. Dan kami juga membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan swasta nasional di rute ini,” katanya.

Nantinya, ujar Yossi, pihaknya akan mengoperasikan salah satu kapal miliknya pada rute Makassar-Surabaya.
Menurut Yossi, langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi layanan angkutan penyeberangan jarak jauh (long distance ferry).
Dulu ada rencana untuk menggunakan KMP Portlink III yang merupakan kapal feri terbesar milik ASDP ini.
Kapal dengan bobot 16.000 ton ini memiliki panjang 122,51 meter dan lebar 21 meter. Dengan daya angkut maksimal mencapai 966 penumpang serta kapasitas untuk sekitar 190 kendaraan campuran, kapal ini dirancang untuk memberikan pelayanan prima bagi para pengguna jasa.































