Antrean panjang truk petikemas beberapa hari terakhir yang sempat menghambat pelayanan pembongkaran kontainer di kawasan Marunda, Jakarta Utara, saat ini mulai terurai setelah berbagai pemangku kepentingan menyepakati langkah percepatan operasional.
Antrean truk petikemas biasanya terlihat di tol JORR keluar Marunda, Tanjung Priok pada hari Rabu (15/7) sudah pagi tak terlihat lagi.
Ocean Week yang melewati JORR tujuan Tanjung Priok tak melihat lagi truk-truk petikemas tersebut mengular hingga di tol.
Salah satu langkah yang ditempuh dalam kesepakatan itu adalah pemanfaatan area operasional PT Karya Citra Nusantara (KCN) sebagai lokasi sementara pembongkaran kontainer guna membantu menjaga kelancaran arus logistik.
Kepadatan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang mendorong kenaikan kebutuhan pelayanan peti kemas.
Akibatnya, kapasitas pelayanan peti kemas kosong di depo petikemas, khususnya Depo PT Global Terminal Marunda (GTM) mencapai batas optimal sehingga memicu antrean kendaraan di akses menuju kawasan Marunda.
Sebagai tindak lanjut atas aspirasi sejumlah pengemudi trailer yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI), dilakukan mediasi dengan melibatkan PT GTM, PT Quad Kontena, PT KCN, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta perwakilan pengemudi.
Dalam mediasi tersebut disepakati pemanfaatan area operasional PT KCN sebagai lokasi tambahan untuk kegiatan pembongkaran kontainer sementara.
Langkah ini membantu mempercepat pelayanan sehingga antrean kendaraan berangsur terurai dan aktivitas logistik
kembali berjalan lebih lancar.
Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ketika kapasitas pelayanan di satu titik mengalami tekanan, kolaborasi antar simpul logistik menjadi faktor penting dalam menjaga
kelancaran distribusi barang.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo mengatakan, pendekatan dialog menjadi langkah yang ditempuh agar penyampaian aspirasi berlangsung kondusif sekaligus menghasilkan solusi yang dapat segera dijalankan.
“Pendekatan seperti ini dilakukan agar seluruh pihak dapat menemukan solusi bersama sehingga pelayanan logistik dapat kembali berjalan dengan baik,” ujar Aris.
Sementara itu, Koordinator Keluarga Besar Sopir Indonesia (KBSI), Isnen, mengapresiasi seluruh pihak yang
membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian atas kepadatan pelayanan pembongkaran kontainer.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang sudah mau duduk bersama mencari solusi. Harapan kami, hasil kesepakatan ini bisa dijalankan dengan baik sehingga antrean dapat segera terurai dan pelayanan pembongkaran kontainer ke depan semakin tertata. Yang paling penting bagi kami adalah operasional kembali lancar sehingga para pengemudi bisa kembali bekerja dengan normal,” ujar Isnen.
Kolaborasi
Support and Development Manager PT Global Terminal Marunda (GTM), Yan Rizal Supardi, mengatakan bahwa kepadatan pelayanan yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pembelajaran bahwa sistem logistik tidak dapat hanya bertumpu pada satu simpul pelayanan.
Sebelum memanfaatkan area operasional PT KCN, GTM juga telah bekerja sama dengan sejumlah depo di sekitar kawasan untuk mengurangi beban pelayanan.

Namun, kapasitas yang tersedia saat itu belum mampu mengakomodasi lonjakan kendaraan, sehingga diperlukan dukungan kapasitas dari kawasan sekitar.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kelancaran sistem logistik tidak dapat hanya bertumpu pada satu simpul pelayanan. Ketika volume pelayanan meningkat, diperlukan kolaborasi antarpelaku logistik agar kapasitas yang tersedia dapat saling melengkapi. Dukungan area operasional PT KCN menjadi salah satu solusi yang membantu mempercepat pelayanan sehingga antrean kendaraan dapat segera terurai,” ujar Yan.
Dia menambahkan, keberadaan kawasan penyangga (supporting port) di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas layanan logistik. Dengan sinergi antarpelaku logistik, distribusi barang dapat tetap berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume pelayanan.
Senada dengan hal tersebut, Humas PT KCN Bella Mardiana mengatakan, penanganan kepadatan di Marunda menunjukkan pentingnya keberadaan pelabuhan penyangga yang memiliki kapasitas operasional memadai untuk mendukung kelancaran sistem logistik nasional.
“Keberadaan pelabuhan penyangga tidak hanya penting dalam membantu mengurai kepadatan pelayanan ketika terjadi peningkatan aktivitas logistik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem logistik nasional agar semakin efisien, tangguh, dan berdaya saing,” jelas Bella.
Sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dia menerangkan bahwa PT KCN sejak awal dikembangkan untuk mendukung ekosistem logistik di kawasan Marunda sebagai supporting port bagi Pelabuhan Tanjung Priok.
Ke depan, PT KCN berkomitmen terus memperkuat kapasitas layanan kepelabuhanan melalui pengembangan fasilitas dan peningkatan layanan guna mendukung kebutuhan logistik nasional
yang terus berkembang.
Seperti diketahui bahwa PT KCN merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara.
Beroperasi secara bertahap sejak 2012, perusahaan menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan logistik nasional dengan fokus pada layanan pelabuhan multipurpose yang melayani bongkar muat kargo curah, general cargo, peti kemas, hingga kapal LCT/RoRo.
Sebagai perusahaan patungan antara PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan PT Karya
Teruji Utama (PT KTU), PT KCN berkomitmen menjadi mitra strategis dunia usaha dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan visinya menjadi penyedia jasa kepelabuhanan berkelas internasional, PT KCN terus memperkuat layanan melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan efisiensi
operasional, serta penerapan konsep Green Port.
Dengan dukungan fasilitas pelabuhan
multipurpose dan pengembangan kawasan logistik secara berkelanjutan, perusahaan berupaya menghadirkan layanan yang andal sekaligus mendukung terciptanya sistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. (***)































