Pelindo Boom Baru Palembang terus melakukan terobosan sesuai keinginan pengguna jasa, terutama untuk layanan kapal logistik, kargo umum, curah cair/kering, serta kapal penumpang antar-pulau, seperti rute rutin ke Muntok, Bangka.
Ocean Week kali ini berkesempatan selama dua hari pada Kamis (2/7) dan Jumat (3/7) melihat langsung pelabuhan yang terletak di pinggir sungai Musi tersebut.
Ditemani staf Pelindo Boom Baru, hari pertama (Kamis), Ocean Week diajak untuk melihat kegiatan di dermaga non petikemas maupun dermaga petikemas.
Siang itu, udara kota empek-empek ini cukup panas, dan ternyata aktifitas di dalam pelabuhan tak cukup ramai. Di dermaga non petikemas tampak sedang ada dua kapal domestik yang melakukan bongkar muat.
Sedangkan di dermaga Petikemas yang dioperatori IPC TPK bahkan tak ada kegiatan dari kapal. Hanya terlihat beberapa kendaraan yang sedang memindahkan barangnya dari petikemas ke mobil box untuk dipisahkan ke gudang pemiliknya.

“Kami harus berhadapan dengan puluhan bahkan sampai seratusan TUKS di sepanjang sungai Musi ini, sehingga pengguna jasa yang dulunya menggunakan Boom Baru sebagai kegiatannya, tak sedikit yang pindah ke TUKS,” ujar Darmawi, Plh GM Pelindo Boom Baru Palembang menceritakan kondisi pelabuhan saat ini kepada Ocean Week, di kantornya, kemarin.
Hal itu juga diakui oleh Ketua APBMI Sumatera Selatan (Sumsel) Ricko Nosandry. “Memang sebagian PBM anggota yang bekerja non petikemas ada yang beberapa berkegiatan di TUKS,” ujarnya.
Boom Baru boleh dibilang saat ini menjadi pelabuhan terbesar di kota Palembang. Hal itu tercermin dalam data yang diperoleh Ocean Week dari perseroan.
Misalnya, untuk curah cair selama 2025 tercatat 998,758, bag kargo 156,960, general cargo 62,414 dan curah kering 210,345. Sementara untuk kapal penumpang, yang debarkasi ada 10,199 orang, dan embarkasi 9,592 orang.
Di tahun 2026 sampai dengan bulan Mei, Boom Baru sudah melayani kapal dalam negeri mencapai 819 unit atau 549.800 GT, dan kapal luar negeri 140 unit atau 384.308 GT.
Lalu barang curah cair tercatat 296,908, curah kering 125,567, bagaimana cargo 80,172, serta general cargo 97,548. Sedangkan untuk kapal penumpang, yang embarkasi mencapai 24,734 orang dan debarkasi 24,675 orang.
Untuk kapal dalam negeri (2025) mencapai 1.033 unit atau 1.474.094 GT, sedangkan kapal luar negeri ada 305 unit atau 821,833 GT.
Darmawi juga mengakui kalau sekarang ini pihaknya mesti berhadapan dengan Perwali (Peraturan Walikota) Palembang mengenai pembatasan jam operasional truk petikemas. Sebab dengan adanya Perwali tersebut, percepatan kegiatan petikemas menjadi lambat, karena hanya bisa jalan pada malam hari saja.
Selain persoalan pembatasan jam operasional truk petikemas dan truk barang yang tak diperbolehkan beroperasi dari dan ke pelabuhan di siang hari, Pelindo juga menghadapi masalah pemanduan kapal.
“Dua masalah itulah yang sedang kami hadapi, makanya kami berharap supaya pihak Pemda bisa memberi kelonggaran,” katanya.
Darmawi pun menceritakan bagaimana fasilitas pergudangan di pelabuhan Boom Baru yang dioperatori oleh PTP (PT Pelindo Tanjung Priok) supaya diperhatikan, mengingat fasilitas tersebut sudah semestinya direnovasi, karena sudah kurang layak, sehingga pengguna jasa bersedia memanfaatkan gudang-gudang yang ada di Boom Baru.
Namun, ada pula sesuatu yang dikatakan Darmawi sebagai hal yang menggembirakan, yakni Terminal Penumpang Boom Baru. “Tahun 2025 lalu, terminal penumpang Palembang memperoleh penghargaan sebagai terminal penumpang terbaik nomor dua se Pelindo Regional 2,” ujarnya.
Makanya, sewaktu Ocean Week diajak melihat fasilitas Terminal penumpang Boom Baru oleh Plh Pelindo Palembang, cukup terkesan. Menurut Darmawi, salam sehari puluhan kapal mengangkut penumpang dari kota Palembang ke Muntok, dan Bangka (PP).
“Sekarang kami akan melakukan penataan terhadap para pedagang UKM yang ada disini, biar terlihat lebih nyaman. Calon penumpang pada saat menunggu kapal dan singgah untuk minum atau makan, menjadi nyaman,” ungkap Darmawi.
Di tempat terpisah, saat Ocean Week menanyakan kepada Wakil Ketua INSA Palembang Buyung Eden, mengenai kinerja pelabuhan Boom Baru, dikatakan bahwa pelabuhan Boom Baru akan tetap digunakan oleh pengguna jasa sebelum ada pengganti pelabuhan ini.
“Sepanjang belum ada pengganti Boom Baru, pelabuhan ini akan terus digunakan sebagai kegiatan kepelabuhanan. Kapal petikemas dan non petikemas akan keluar masuk disini,” kata Buyung. (***)






























