PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui PT Pelindo Multi Terminal (PMT), yang bergerak pada operasional terminal non-petikemas, mencatat pertumbuhan positif arus bongkar muat komoditas liquefied natural gas (LNG) di PMT Branch Benoa.
Data mencatat hingga April 2026, realisasi arus bongkar muat LNG tercatat sebesar 5.482.991 MMBTU atau meningkat 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.204.272 MMBTU.
Tahun 2023 tercatat 13.188.849, dan tahun 2024 naik jadi 13.972.159 MMBTU.
Branch Manager SPMT Branch Benoa, Herfianto Bayu menyampaikan bahwa kebutuhan listrik di Bali sekitar 1200 mega watt, namun LNG yang di supply dari SPMT hanya sekitar 200 mega watt.
“Kekurangan supply untuk gas Bali dipenuhi dari Paiton, dan PLTU Celukan Bawang,” ujar Bayu kepada Ocean Week, di Benoa, Selasa (26/5).

Bayu juga mengungkapkan kalau Pelindo berencana merelokasi terminak LNG Benoa, ke tempat tak jauh dari terminal LNG saat ini.
“Karena zonasi, tahun ini sudah dibangun, sebab dermaga yang sekarang akan digunakan untuk BMTH (Bali Maritime Tourism Hub) sehingga penataan wilayah pelayan menjadi lebih baik,” katanya.
Bayu menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut turut memperkuat tren positif kinerja layanan LNG di PMT Branch Benoa dalam mendukung distribusi energi nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia tengah dan timur.
Secara tahunan, kinerja bongkar muat LNG di PMT Branch Benoa juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, arus bongkar muat LNG tercatat mencapai 15.943.575 MMBTU atau tumbuh 14,3 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 13.971.183 MMBTU.
Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi layanan operasional, kesiapan fasilitas terminal, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi energi melalui pelabuhan.
Branch Manager PMT Branch Benoa, Herfianto Bayu juga menyampaikan bahwa pertumbuhan arus LNG menjadi indikator meningkatnya aktivitas logistik energi serta kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional pelabuhan.
“PMT Branch Benoa terus berkomitmen menjaga keandalan layanan bongkar muat LNG melalui penguatan aspek operasional, keselamatan, dan efisiensi layanan guna mendukung kelancaran distribusi energi nasional,” ujarnya.
Sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, PMT terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan pengembangan operasional terminal nonpetikemas agar mampu mendukung kebutuhan distribusi komoditas strategis secara aman, andal, dan berkelanjutan.
PT Pelindo sangat mendukung pemerintah dalam pemenuhan energi bersih, termasuk untuk mendorong peningkatan perekonomian dan pariwisata di wilayah Bali.
Terminal itu memiliki kapasitas regasifikasi mencapai 50 MMSCFD atau satuan standar juta kubik per hari yang dikonversi ke satuan ukuran panas atau MMBTU ( millions of british thermal unit ) menjadi rata-rata 53.500 MMBTU.
Bayu berharap PMT bisa berkembang dan menjadi pemasok LNG di wilayah Bali lebih besar lagi. (**)





























