Throughput Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) per Desember 2025 sudah tembus 1 juta TEUs lebih.
“Sudah lebih dari 1 juta TEUs sampai Desember 2025 ini, bahkan lebih. Tahun ini throughput TPK Koja lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujar Banu Astrini, GM TPK Koja kepada Ocean Week, disela acara Musyawarah Kota 2025 Kadin Jakarta Utara, di Mercure Hotel, Rabu (17/12).
Baru-baru ini TPK Koja juga menghadirkan peralatan baru untuk mendukung kinerja bongkar muat di terminal nya.
Alat baru didatangkan dari China yakni QCC dan E-RTG. Tujuannya, kata Banu, untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pergerakan peti kemas, dan mengurangi kemungkinan
bottleneck dalam arus logistik.
Peralatan baru tiba pada tanggal 12 Desember 2025 yang terdiri 2 unit Quay Container Crane (QCC) dan 4 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG), yang selanjutnya akan dilengkapi melalui pengiriman kedua berupa 1 unit QCC.
QCC baru ini mampu melayani kapal berukuran Superpost Panamax dengan jangkauan hingga 63 meter atau sekitar 22 baris peti kemas di kapal, menggantikan QCC lama yang
hanya dapat melayani kapal Panamax dengan jangkauan 35 meter atau sekitar 13 baris peti kemas.
Adapun penambahan 4 unit E-RTG akan memperkuat aktivitas bongkar muat di
lapangan penumpukan peti kemas. Seluruh peralatan baru ini dioperasikan menggunakan sumber daya dan sistem elektrik.
Banu Astrini juga menegaskan bahwa kedatangan peralatan baru ini menandai langkah penting dalam transformasi operasional terminal.
“Peralatan ini akan mendorong peningkatan kapasitas bongkar muat sekaligus memperkuat stabilitas dan
keandalan operasi. Dengan dukungan penuh dari Pelindo dan HPI, kami optimistis mampu memberikan layanan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa,” kata Banu. (***)




























