Industri pelayaran global menghadapi kekurangan pelaut berkualifikasi yang semakin meningkat karena permintaan melebihi pasokan.
Menurut Henrik Jensen, CEO Danica Crewing Specialists, sebagaimana dilaporkan Manila Times pada saat berbicara di acara Global Crew Connect 2025, Jensen mengatakan strategi perekrutan tradisional tidak lagi memadai karena pemilik kapal menerapkan persyaratan yang lebih ketat.
Sementara jumlah kandidat yang berkualifikasi semakin sedikit. Jensen mencatat bahwa pelaut Filipina tetap menjadi sumber daya vital, dengan sekitar 250 pelaut dari 1.500 hingga 1.700 awak manajemen Danica.
Jensen menekankan bahwa profesionalisme mereka sangat penting untuk mempertahankan operasi armada global.
Untuk mengatasi kesenjangan talenta, Danica memperluas rekrutmen ke pasar-pasar baru, khususnya Kenya dan negara-negara Afrika lainnya, dengan tujuan membangun solusi awak kapal yang berkelanjutan di luar sumber daya tradisional.
Jensen juga mengatakan bahwa mengembangkan Kenya sebagai penyedia tenaga profesional maritim terlatih jangka panjang merupakan bagian dari pergeseran industri yang lebih luas untuk memenuhi standar kualifikasi yang semakin meningkat.
Dia menekankan bahwa pendidikan berkelanjutan dan kemampuan beradaptasi sangat penting bagi pelaut modern, dan menyerukan peningkatan pelatihan untuk mempersiapkan awak kapal menghadapi teknologi baru dan sistem bahan bakar alternatif.
Para pemimpin industri berpendapat bahwa strategi perekrutan yang inovatif dan fokus pada kesiapan masa depan akan sangat penting untuk mempertahankan keunggulan operasional dan keselamatan dalam operasi maritim global yang semakin kompleks. (**/scn)



























