Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) mengapresiasi positif dilakukannya ujicoba operasional kapal di pelabuhan Batang oleh PT Pelindo. Sayangnya kapal kargo ukuran besar belum bisa sandar karena kedalaman kolam pelabuhan belum memadai.
“Bagus pelabuhan Batang sudah ujicoba operasional kapal, tapi masih tongkang karena draft nya hanya 4 meteran, sehingga kapal besar belum bisa,” ujar Teguh Arif Handoko, Ketua ALFI Jateng dan DIY saat dimintai komentarnya mengenai ujicoba dermaga Batang, Jumat melalui WhatsApp nya.
Teguh mengungkapkan bahwa kapal untuk ekspor impor masih menggunakan pelabuhan Tanjung Emas, karena pelabuhan Batang belum bisa disandari kapal besar.
Teguh juga menyatakan dengan beroperasinya pelabuhan Batang merupakan sesuatu yang luar biasa. Dan Pelindo infonya juga akan melakukan pengerukan lagi menjadi 10 meteran lebih. “Ini akan menjadi awal dari pelabuhan baru. Kalau hanya kedalaman 5 meter ini hanya kapal-kapal domestik saja yang bisa masuk. Tapi kalau draft nya sudah 10 meteran lebih, ini merupakan awal dari pelabuhan itu bisa melakukan kegiatan ekspor impor. Ini menjadi sesuatu hal yang luar biasa untuk pelabuhan di Pantura Jawa,” ungkap Teguh.
Mungkin nantinya kargo-kargo yang berada di wilayah barat Jawa Tengah akan terlayani lebih baik dan lebih dekat, dengan adanya pelabuhan Batang, khususnya kawasan industri Batang.
“Tanjung Emas masih bisa melayani kargo dari wilayah selatan maupun wilayah Timur Jawa Tengah. Kedepan kedua pelabuhan tersebut bisa berkolaborasi untuk menangani kargo di Jawa Tengah yang mulai terlihat tumbuh dan naik. Perkembangannya per tahun naik hampir 20% dengan adanya kawasan-kawasan industri baru,” jelasnya.
Menurut Teguh, Investor yang masuk di Jawa Tengah luar biasa, karena selain aman juga upah minimum buruh di wilayah ini lebih rendah dibandingkan dari daerah lain.
Sebelumnya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo sukses melaksanakan uji coba operasional perdana dengan menyandarkan kapal tongkang pertama di Terminal Batang. Kapal yang disandarkan merupakan kapal tongkang dengan panjang keseluruhan (LOA) 108 meter atau setara 360 kaki.

Keberhasilan uji coba ini menjadi tonggak penting dalam pengoperasian Terminal Batang yang pembangunannya baru saja dirampungkan. Terminal ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terletak di kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dan ditujukan untuk mendukung sistem logistik nasional serta memperkuat daya saing industri di wilayah tengah Indonesia.
Uji coba sandar kapal Selasa (5/8/2025), sore ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko. Dalam keterangannya, dia menyatakan apresiasi terhadap langkah Pelindo dalam menghadirkan infrastruktur pelabuhan yang modern dan strategis di wilayah Jawa Tengah.
“Kami mengapresiasi Pelindo yang telah menyelesaikan pembangunan terminal ini dan langsung memulai uji coba secara nyata. Ini merupakan bukti kesiapan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan logistik industri di kawasan Batang dan sekitarnya. Kami yakin terminal ini akan menjadi simpul penting distribusi barang di Jawa Tengah,” ujar Arief Djatmiko.
Sementara itu, Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto menyampaikan bahwa keberhasilan uji coba ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk menghadirkan pelabuhan masa depan yang tangguh dan efisien. Sebelumnya pihaknya juga telah melakukan verifikasi lapangan dengan Kementerian Perhubungan terkait hasil akhir pembangunan terminal tersebut.
“Uji coba ini menjadi validasi kesiapan terminal secara fisik dan teknis. Terminal Batang akan memainkan peran penting dalam mempercepat distribusi barang dan menekan biaya logistik. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik nasional,” ungkap Daru.
Saat ini, Terminal Batang telah dilengkapi dengan dermaga sepanjang 152 meter, trestle 361 meter, dan causeway 350 meter. Saat ini kolam pelabuhan memiliki kedalaman minus 5 meter LWS dan ditargetkan mencapai minus 10,5 meter setelah proses pengerukan, yang akan memungkinkan terminal ini disandari kapal hingga 10.000 DWT. Terminal ini juga telah dilengkapi fasilitas operasional, sistem kelistrikan dari PLN sebesar 82,5 kVA, serta sistem keamanan yang terintegrasi.
Seperti diketahui, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang juga dikenal dengan Pelindo adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang jasa kepelabuhanan. Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Pelindo mengelola pelabuhan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.
Pelindo menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas jasa kepelabuhanan yang memiliki peran kunci guna menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut. Dengan tersedianya prasarana transportasi laut yang memadai, Pelindo mampu menggerakkan serta mendorong kegiatan ekonomi negara dan masyarakat. (***)



























