• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, May 28, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    10 Pelabuhan Tersibuk, Indonesia Tak Termasuk ?

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun, Dukung Fiskal Nasional

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    10 Pelabuhan Tersibuk, Indonesia Tak Termasuk ?

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Menata Ulang Visi Maritim dan Peran Indonesia di IOC

oceanweek by oceanweek
August 3, 2025
in Berita Lain
Menata Ulang Visi Maritim dan Peran Indonesia di IOC
344
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia baru-baru ini terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO (Intergovermental Oceanographic Commission atau IOC ) untuk periode 2025–2027.

Indonesia bersama China, Australia, Jepang, India, Pakistan Palau, Korea dan Thailand, mewakili grup Asia Pasifik akan mengemban beban tanggung jawab besar untuk menata dan mengelola koordinasi antarpemerintah mengenai kemaritiman dunia.

Ini bukan sekadar penunjukan simbolik, melainkan sebuah pintu masuk strategis untuk memengaruhi tata kelola laut global, kebijakan data, ilmu kelautan, dan pembangunan berkelanjutan dalam kerangka UN Ocean Decade. Sebuah peluang besar terbuka di depan mata dan selayaknya menjadi titik balik penting bagi diplomasi maritim Indonesia.

Indonesia telah lama mendeklarasikan diri sebagai negara maritim, tapi hingga kini belum ada program nasional unggulan yang secara serius menangani pendidikan kelautan, tantangan maritim kawasan, maupun tata kelola laut dalam negeri. Identitas maritim yang dulu begitu digaungkan dalam periode pertama Presiden Joko Widodo lewat agenda Poros Maritim Dunia,l, kini memudar, tergerus oleh kebijakan dan agenda lain.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pertanyaannya kini: akankah narasi maritim ini kembali hidup?

Agenda maritim nasional tidak cukup berhenti pada pembangunan pelabuhan atau perluasan kekuatan angkatan laut. Ia harus menyentuh ruang-ruang sekolah, mengisi benak generasi muda, dan menyatu dalam kesadaran masyarakat pesisir. Sayangnya, harus diakui, Indonesia belum memiliki perencanaan dan kebijakan sistemik atas tantangan paling dasar, yakni mendidik rakyatnya tentang laut dan kemaritiman.

Blue School Tak Pernah Datang

Pada tahun 2025, IOC mengadopsi Ocean Literacy Plan of Action 2026–2030, sebuah kerangka kerja komprehensif yang mencakup inisiatif pembentukan Global Blue Schools Network. Sekolah-sekolah ini dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan kelautan ke dalam pendidikan formal, membentuk perilaku ramah laut, dan menghubungkan komunitas lokal dengan agenda laut global. Malaysia, Thailand, bahkan negara kecil seperti Palau telah ikut serta. Ironisnya, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia belum menjadi bagian dari inisiatif ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebenarnya telah aktif mempromosikan literasi kelautan melalui berbagai kegiatan, termasuk program berbasis sekolah dan pelibatan langsung dengan masyarakat. Salah satu proyeknya bahkan telah disahkan dalam UN Decade of Ocean Science dan kini tengah dilirik untuk direplikasi oleh negara lain.

Namun, masih terjadi kekurangan koordinasi internal dan kurangnya kesadaran nasional terhadap capaian ini. Padahal mandat UNESCO tentang kurikulum biru (blue curriculum) telah disampaikan ke negara anggota dua tahun lalu, dan Indonesia diharapkan menyampaikan laporan nasional setiap dua tahun. Untuk itu, penting untuk mengonsolidasikan dan mendokumentasikan kegiatan literasi kelautan dari berbagai lembaga serta mengeksplorasi integrasinya dalam kurikulum nasional.

Hingga saat ini belum ada kurikulum nasional tentang literasi kelautan, belum ada program Blue School nasional, dan belum ada kampanye lintas kementerian untuk mendorong ilmu kelautan dalam pendidikan.

Komitmen struktural pemerintah terhadap isu kemaritiman pun makin melemah secara kelembagaan. Kementerian Koordinator Kemaritiman yang dulu strategis kini berganti nama menjadi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, menandai pergeseran fokus dari laut ke pembangunan berbasis daratan.

Secara nyata, sebagian besar wilayah Indonesia berhadapan dengan laut dan perairan, tapi potensi isu dan tantangan ke depan belum terpetakan dengan matang. Misalnya, kesadaran akan tata kelola bencana kelautan seperti Tsunami, baru dimunculkan secara sporadis. Di Jepang, pendidikan sadar bencana ini sudah menjadi bagian dari kurikulum resmi dalam pendidikan.

Menuju Kesadaran Maritim

Kawasan Asia Pasifik masih mengalami persoalan kerjasama kolektif. Laporan Western Pacific Sub-Commission (WESTPAC) dalam sidang IOC terakhir menyoroti tantangan serius seperti minimnya tenaga ahli, anggaran terbatas, dan kurangnya kepemimpinan programatik. Indonesia sendiri memang menjadi tuan rumah pusat pelatihan regional yang dikelola BRIN, tetapi pusat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Di saat yang sama, isu-isu kawasan seperti polusi plastik laut, migrasi tidak teratur melalui jalur laut, penurunan keanekaragaman hayati, dan penangkapan ikan berlebihan terus meningkat. Tantangan-tantangan ini membutuhkan kepemimpinan kolektif, dan Indonesia, yang secara geografis sentral dan memiliki pengalaman diplomatik, adalah kandidat alamiah untuk memimpin upaya tersebut.

Namun, kepemimpinan tidak datang otomatis dari letak geografis. Ia harus ditegaskan melalui kebijakan, kapasitas kelembagaan, komitmen anggaran, serta kemauan untuk menghimpun sekutu dalam mencari solusi bersama. Sayangnya, diplomasi maritim Indonesia masih bersifat reaktif, lebih sering merespons krisis daripada menetapkan agenda jangka panjang yang visioner.

Keterlibatan Indonesia dalam IOC memang patut diapresiasi Untuk menjadikan keanggotaan dalam IOC ini benar-benar bermakna, Indonesia perlu menempuh dua arah strategis:

Pertama, di tingkat domestik, dengan meluncurkan inisiatif Blue School Indonesia yang lintas kementerian, lintas pulau, dan lintas generasi. Literasi kelautan harus menjadi bagian dari kurikulum inti, sejajar dengan literasi digital dan nasionalisme. Hal ini tidak hanya akan melahirkan lebih banyak ilmuwan kelautan, tetapi juga warga negara yang paham risiko penangkapan ikan ilegal, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem laut.

Kedua, di tingkat regional, Indonesia dapat memposisikan diri sebagai penggagas kerangka kerja kawasan berbasis ASEAN atau Indian Ocean Rim Association (IORA) untuk tata kelola laut bersama, terutama dalam isu seperti sampah laut, penyelamatan kemanusiaan di laut, dan perikanan berkelanjutan.

Diplomasi maritim tidak boleh berhenti pada militer dan deklarasi multilateral saja; ia harus merangkul masyarakat sipil, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor.

Kepemimpinan Maritim Indonesia

Momen saat Indonesia melangkah lebih tinggi dalam arsitektur tata kelola laut global ini tak hanya layak dirayakan, tetapi juga dihayati secara mendalam. Cita-cita menjadi kekuatan maritim harus dibangun bukan hanya atas nama keamanan atau infrastruktur, tetapi atas pemaknaan ulang laut sebagai ruang hidup yang menyuburkan ilmu, menopang komunitas, dan mencerminkan jiwa Nusantara.

Agenda seperti Poros Maritim Dunia telah meletakkan fondasi penting; mengingatkan dunia, dan kita sendiri akan DNA maritim Indonesia. Tantangan ke depan adalah membawa semangat itu melangkah lebih jauh dengan kejelasan visi dan konsistensi aksi.

Literasi kelautan melalui program Blue School Indonesia bisa menjadi jembatan antara cita-cita dan kenyataan. Dalam konteks ini, kepemimpinan nasional memegang peran vital, bukan hanya dalam membuat kebijakan, tetapi juga dalam membentuk imajinasi jangka panjang bangsa. Prioritas maritim tidak boleh dipandang sebagai isu pinggiran atau situasional. Ia layak ditempatkan sebagai inti visi Indonesia untuk ketahanan, kemakmuran, dan martabat.

Jangan biarkan identitas maritim kita redup jadi slogan kosong. Mari kita beranjak dari sekadar berbicara tentang laut, menjadi bangsa yang mau mendengarkan dan belajar dari laut. Blue School Indonesia bisa menjadi mercusuar kita yang baru, jika kita bersama-sama mau menyalakannya. (sumber Antara)

Previous Post

Bakamla Tangkap Kapal Sinar Bahtera Bawa 400 Karung Bawang Ilegal

Next Post

TPS SURABAYA

Next Post

TPS SURABAYA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6294 shares
    Share 2518 Tweet 1574
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5460 shares
    Share 2184 Tweet 1365
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4540 shares
    Share 1816 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4236 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

PT MUSTIKA ALAM LESTARI

May 28, 2026

TPK SEMARANG

May 28, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.