Macet kembali terjadi di sekitar pelabuhan Tanjung Priok, mulai Kamis, hal itu karena selain pemeliharaan sistem common gate pada common gate area, juga disebabkan akses jalan ke pelabuhan Marunda banyak truk mengantre panjang yang dampaknya hingga ke jalan di seputar pelabuhan Priok.
“Antrean kendaraan itu dikarenakan adanya pemeliharaan pada sistem common gate pada common area yang dilakukan mulai pukul 01:45 WIB sampai dengan pukul 03:40 WIB. Tapi sekarang setelah common gate normal, kemacetan mulai terurai,” ujar Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Ocean Week, Sabtu pagi.
Sewaktu pemeliharaan common gate, kata Yandri, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dengan melakukan pengaturan trafik, berkoordinasi dengan stakeholders terkait untuk menjalankan proses manual sementara.
“Bersama dengan KSOP, Kepolisian dan Dishub kami juga melakukan penguraian dengan rekayasa lalu lintas memasukan truk ke dalam inner road Pelabuhan untuk meminimalisir dampak yang lebih besar,” ungkap Yandri.

Menurut dia, paska kembali normalnya sistem common gate terpantau pada Sabtu pagi arus lalu lintas berangsur mulai terurai.
Sementara itu, sumber Ocean Week menyampaikan bahwa dari hari Kamis di jalur keluar NPCT1 terjadi antrean panjang. Padahal di dalam terminal masih kondusif.
“Jadi monitoring kita antara regulasi dan operator pelabuhan Tanjung Priok selalu sinergiritas. Tetap kita selalu monitoring segala hal yang menyebabkan terganggu nya fasilitas umum untuk para penguna jasa yaitu jalan raya Cilincing-marunda,” katanya.
Dia menilai hal itu ada kaitannya dengan kinerja Bea Cukai yang perlu ditingkatkan.
“Saya kurang ngerti dengan pola kerja BC, karena impact dari kinerja mereka imbasnya image TPS dan kemacetan di jalan jalan raya pastinya,” ungkapnya.
Sumber tadi mengatakan, harusnya BC sudah paham perannya dalam ranah logistik, bukannya malah seperti ada kepentingan yang regulasinya itu dinilainya terkadang tak bisa jadi supporting TPS ataupun logistik ini.
Menurut dia, perubahan sistem yang baru ini seharusnya kerja maksimal dari pihak BC sehingga YOR terjaga dengan baik. “Harusnya para petugas BC di terminal-terminal benar-benar menjaga potensi kerja tinggi artinya kalau benar petugas jaga BC yang di terminal-terminal harus benar-benar menjaga/stand by dan berpengalaman kerja yang mengerti dan paham betul tentang sistem dan perubahan nya.

“Dengan keterlibatan personil P2 dalam pengawasan YOR dan pembuatan nota dinas yang jelas, maka teman-teman di lapangan akan memiliki panduan yang lebih jelas dan terstruktur dalam menjalankan tugasnya. Ini dapat meningkatkan semangat kerja dan kesadaran akan pentingnya tugas pengawasan YOR. Selain itu, kolaborasi antara personil KSOP dan bidang P2 juga dapat memperkuat teamwork dan komunikasi di lapangan,” ujar sumber.
Dia berharap, koordinasi antar institusi pemerintah dan swasta di pelabuhan Priok harus tetap terus dilakukan, sehingga segala problematika yang ada di pelabuhan ini dapat dicarikan solusinya. (***)






























