Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi resmi membuka secara online dari Jakarta Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis Rede dan Angkutan Barang di Laut (Tol Laut), dengan tema “Merajut Konektivitas Terpadu untuk Indonesia Maju”, bertempat di Hotel Arya Duta, Bandung, Rabu (2/10/2024).
Pada kesempatan ini Menhub Budi Karya menyampaikan bahwa program tol laut dimulai sejak 2015 untuk mengurangi disparitas harga di Indonesia.
“Sekarang dengan program tol laut disparitas harga sudah membaik, artinya harga antara daerah satu dengan yang lain, sudah tak jauh beda,” ujar Menhub Budi Karya.
Menurut Budi Karya, program tol laut dan perintis juga bisa memudahkan masyarakat menuju layanan kesehatan, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.
Menhub berpesan kepada jajarannya untuk terus mengembangkan, mengevaluasi rute, dan mengevaluasi regulasi apakah sudah sesuai dengan tatanan dan kebutuhan saat ini.
“Penting juga untuk meningkatkan keselamatan kapal, mengkoordinasikan antara pusat dan daerah dalam pengawasan,” katanya.
Tentu saja, ungkap Menhub, bahwa program tol laut ini masih menghadapi tantangan, makanya evaluasi harus terus menerus dilakukan.
“Tol Laut menjadi program yang tidak akan ada habisnya. Secara bertahap pemerintah akan terus mengoptimalkan titik singgah dari Tol Laut. Kemungkinan 39 trayek bisa saja bertambah,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Antoni Arif Priadi dalam laporannya menyampaikan bahwa program Tol Laut awalnya hanya terdiri 11 trayek, namun kini setelah hampir satu dekade jangkauannya makin luas hingga 39 trayek.
Antoni mengungkapkan, dari data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, sekarang ada 39 trayek tol laut menyinggahi 115 pelabuhan, lalu trayek perintis sebanyak 107, dan menyinggahi 496 pelabuhan, kemudian trayek rede ada 16 trayek.
Dirjen Hubla Antoni menambahkan bahwa pada tahun 2024 sampai September, angkutan tol laut sudah melayani 24.556 TEUs dan non petikemas sebanyak 851,7 ton.
Di sisi lain, ungkap Antoni, beberapa trayek Tol Laut sudah mulai ada yang menjadi kawasan komersial dan subsidinya dikurangi, misalnya di Kupang dan Maumere. “Subsidi yang berkurang itu bisa diarahkan ke daerah yang masih butuh disinggahi Tol Laut,” ujarnya.
Subsidi
Dirjen Hubla juga menjelaskan bahwa subsidi angkutan Tol Laut diberikan ke daerah yang volume bongkar muat logistiknya masih sedikit. “Subsidi tersebut diharapkan bisa memicu perekonomian daerah, sehingga volume logistiknya bisa bertambah dan bisa beroperasi komersial tanpa subsidi,” katanya.
Hadir pada kesempatan Rakornas, selain jajaran KSOP di seluruh tanah air, juga para pelaku usaha pelayaran pelaksana Tol Laut, Rede dan Perintis secara offline maupun online.
Untuk diketahui bahwa sebelum dimulai acara, ada suguhan tarian daerah dari grup Girimayang sebagai penghantar Rakornas. Para peserta yang hadir cukup terkagum dengan sajian tarian asli Jawa Barat tersebut.

Ditempat sama, Direktur Lala Ditjen Hubla, Hartanto mengatakan bahwa program tol laut, perintis dan rede itu bisa dijadikan sebagai program yang diunggulkan dan menjadi primadona.
“Bayangkan saja jika ribuan pulau tak disinggahi kapal, bagaimana daerah itu jadinya,” ujar Hartanto.
Hartanto juga menegaskan jika sekarang sudah ada 39 trayek tol laut menyinggahi 115 pelabuhan, lalu ada 107 trayek perintis dengan 496 pelabuhan singgah, lalu rede ada 16 trayek.
“Jumlah kapal yang melayani trayek ada 107 unit,” ucapnya.
Dia pun merinci, sebanyak 12 % trayek melayani Indonesia barat, kemudian 41% trayek melayani Indonesia bagian tengah, dan 54% trayek melayani Indonesia bagian timur.
Hartanto menambahkan, bahwa trayek perintis akan ada penambahan tujuh unit kapal. “Tahun 2025 sudah 116 kapal yang terdiri dari 100 laik laut, 16 kapal tak laik laut,” jelasnya.
Hartanto berharap, program yang bagus ini agar bisa terus berlanjut di era pemerintahan baru nanti.
Kegiatan Rakornas ini diisi dengan diskusi, dengan menampilkan Nara sumber dari Bappenas, dan kementerian perdagangan (***)



























