Keamanan di pelabuhan merupakan aspek krusial, vital dalam menjaga kelancaran operasional serta melindungi aset negara.
Salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan ini adalah jaringan komunikasi yang solid antar institusi terkait, terutama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
Masalah tersebut didiskusikan dalam kegiatan “Table Top Exercise FSRT Lampung” yang diselenggarakan oleh PT PGN LNG Indonesia (PLI), akhir pekan lalu.
Pengamat kemaritiman, sekaligus sebagai Nara sumber Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan, keamanan fasilitas pelabuhan adalah salah satu pilar utama dalam memastikan stabilitas dan kelancaran operasional sektor maritim.
“Pelabuhan, sebagai gerbang utama arus perdagangan dan logistik, sangat rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Kolaborasi antar institusi dalam menjaga keamanan ini tidak bisa diabaikan. Kegiatan seperti Table Top Exercise sangat penting untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi berbagai ancaman,” katanya kepada Ocean Week, saat dihubungi Minggu (1/9).
Capt. Hakeng menyatakan, pelabuhan merupakan infrastruktur vital yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari otoritas pelabuhan hingga aparat keamanan yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab spesifik dalam menjaga keamanan fasilitas tersebut. Hal ini diuji dengan latihan dan prosedur yang terstruktur secara rutin.

Seperti diketahui bahwa ISPS-CODE sudah diterapkan di hampir semua pelabuhan di Indonesia, dan sudah berlangsung cukup lama.
Sementara itu, Kepala KUPP Pelabuhan Maringgai Wibowo Budiarto mengatakan implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
“ISPS Code adalah standar internasional yang bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah ancaman keamanan terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan,” ujarnya.
Sedangkan Marine Operation Manager PT. PGN LNG Indonesia, Fajar Kurniawan pada kesempatan itu menyatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan semua pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan, perusahaan pengelola fasilitas, dan aparat keamanan, memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku.
“Kepatuhan terhadap ISPS Code sangat penting untuk menjaga keamanan dan integritas fasilitas pelabuhan di Indonesia,” ungkal Fajar.
Dengan menguji jaringan komunikasi dan menerapkan prosedur yang sesuai, PT PGN LNG Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap keamanan fasilitas pelabuhan serta kepatuhan terhadap regulasi yang ketat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Koordinator Recognized Security Organization PT Pertamina Trans Kontinental (RSO PTK) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, Marine Operation Manager PT PGN LNG Indonesia Fajar Kurniawan.
Ada juga, Kepala Kantor KUPP Kelas III Pelabuhan Maringgai Wibowo Budiarto, serta perwakilan dari instansi keamanan seperti Kasat Pol Airud Polres Lampung Timur dan Danposal Labuhan Maringgai, dan TNI AL Lampung. (***)





























