Ketua umum Aptrindo Gemilang Tarigan menyatakan akibat kebakaran kontainer di lokasi NPCT 1 dini hari tadi (Selasa), berdampak pada kemacetan luar biasa di seputaran pelabuhan Tanjung Priok. Dan itu mengakibatkan trucking menderita kerugian hingga puluhan miliar rupiah.
“Karena macet pengantaran barang (petikemas) menjadi terlambat. Terlambat tiga jam saja, truk rugi sama dengan sehari itu,” ungkapnya saat dihubungi Ocean Week per telpon, Selasa siang.
Menurut Tarigan, dalam sehari per truk jika berhenti mengalami kerugian mencapai Rp 2 juta. “Kalau truk yang berkegiatan keluar masuk Priok ada 5 ribuan truk, sudah berapa total kerugiannya,” katanya lagi.
Informasi yang ada menyebutkan sekitar 5 lebih per hari, truk-truk keluar masuk pelabuhan Tanjung Priok. “Kalikan saja, kalau 5.000 truk kali Rp 2 juta, itu Rp 10 miliar,” kata Tarigan.
Dia berharap, manajemen NPCT1 harus segera dapat mencari solusinya. “Jangan sampai ini nggak segera diatasi. Karena makin lama macet, trucking makin rugi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, hingga sore ini, trucking di pelabuhan Tanjung Priok masih terlihat macet.
Truk-truk di depan JICT, hingga Bogasari masih terlihat mengular panjang. (***)






























